"Tadi kata gurunya belum tahu pasti kapan berlanjutnya atau disetop total. Tunggu pemberitahuan dari pihak sekolah," ucapnya.
Dana Operasional Belum Cair, 12 SPPG di Muba Dihentikan Sementara

Alasan dihentikan karena mitra tidak boleh lagi menalangi dana operasional
Pihak SPPG masih tunggu kepastian BGN terkait pencairan dana
Tak dapat MBG, orangtua siswa siapkan bekal untuk anak
Musi Banyuasin, IDN Times - Sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) disetop sementara operasionalnya. Penghentian sementara tersebut terjadi karena dana operasional atau Virtual Account (VA) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Koordinator Wilayah SPPG Muba, Oking Chandra, mengatakan 12 dapur itu serentak mulai berhenti beroperasi per Senin (8/6/2026). Padahal untuk menjalankan operasional hari ini, mereka seharusnya mulai melakukan persiapan sejak satu hari sebelumnya atau Minggu (7/6/2026).
"Belum ada datanya karena tidak ada perintah pusat untuk mendata SPPG mana saja yang berhenti beroperasi karena dana tidak cukup. Lalu ada yang menginformasikan di grup, katanya, kalau hari ini tak ditop up juga, maka besok dan seterusnya akan setop," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (8/6/2026).
1. Alasan dihentikan karena mitra tidak boleh lagi menalangi dana operasional

Oking menambahkan, alasan penghentian operasional ini dilakukan karena sekarang mitra tidak boleh lagi melakukan talangan. Alasannya dikhawatirkan terjadi mark-up harga dan penyalahgunaan anggaran yang nanti, ketika dilaporkan, sudah melebihi pagu.
"Makanya, karena dana operasional belum masuk, mereka mengambil inisiatif untuk berhenti sementara supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari. BGN Pusat juga berinisiatif kalau memang dana tidak masuk, maka setop operasional,” ucapnya.
2. Pihak SPPG masih tunggu kepastian BGN terkait pencairan dana

Terkait penghentian operasional sementara ini, Oking tidak dapat memastikan sampai kapan dan masih menunggu instruksi dari pusat. Dengan berhentinya 12 SPPG tersebut, sudah pasti berdampak pada proses penyaluran MBG ke sekolah.
"Akan tetapi, pihak dapur sudah memberitahukan kepada penerima terkait kendala yang sedang terjadi. Sekarang kita tunggu saja apakah bisa secepatnya to up dari BGN Pusat," ungkap Oking.
3. Tak dapat MBG, orangtua siswa siapkan bekal untuk anak

Sementara itu, Yulia, wali siswa di TK Negeri 2 Sekayu, mengaku sudah diinformasikan oleh pihak sekolah bahwa anak-anak tidak mendapat MBG pada hari ini.
"Sudah dapat pesan dari Bu Guru hari Minggu kemarin, kalau Senin ini anak-anak belum dapat MBG. Makanya kami orang tua disuruh mempersiapkan bekal dari rumah. Untung dikabari sehari sebelumnya, jadi kami langsung mengantisipasi," jelasnya.
Menurutnya, pihak sekolah juga belum dapat memastikan kapan program tersebut akan kembali berjalan.

![[BREAKING] Bupati Muara Enim Edison Ditangkap Dalam OTT KPK](https://image.idntimes.com/post/20260510/juru-bicara-kpk-budi-prasetyo-saat-memberikan-keterangan-terkait-laporan-icw-tentang-dugaan-tindak-pidana-korup-pengurusan-sertifikat-halal_dafadc6c-c51b-49b6-9903-5d9e65e4ea6e.jpg)
















