Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Pangan Palembang Mulai Melonjak, Pemerintah Klaim Stok Aman

Harga Pangan Palembang Mulai Melonjak, Pemerintah Klaim Stok Aman
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Harga pangan di Palembang naik, terutama cabai, ayam potong, dan ikan giling, diperkirakan terus meningkat hingga menjelang Idul Fitri 2026.
  • Pemerintah Sumsel memastikan stok bahan pokok tetap aman meski harga berfluktuasi akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
  • Kenaikan harga cabai dipicu cuaca dan hambatan distribusi dari luar daerah, sementara pantauan pasar menunjukkan lonjakan pada berbagai komoditas utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Harga pangan di Palembang mulai merangkak naik. Terutama untuk lonjakan harga komoditas cabai, ayam potong ras dan ikan giling. Kenaikan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga jelang Idul Fitri 2026.

"Memang beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, tapi ini tetap kita pantau dan kita pastikan stok tetap aman," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatra Selatan, Ruzuan Efendi, Jumat (6/3/2026).

1. Telur ayam, daging ayam dan cabai rawan kenaikan harga

Pedagang telur di Pasar Sepinggan Balikpapan mengaku harga telur naik sejak beberapa waktu lalu.
Pedagang telur di Pasar Sepinggan Balikpapan mengaku harga telur naik sejak beberapa waktu lalu. (IDN Times/Erik Alfian)

Mengakui harga komoditas di sejumlah pasar terbilang tinggi, Ruzuan mengupayakan agar ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan terkendali. Meski terjadi fluktuasi harga pangan, pemerintah berkomitmen untuk mencukupi kebutuhan warga.

"Beberapa komoditas rawan mengalami kenaikan telur ayam, daging ayam, dan cabai. Kenaikan ini karena meningkatnya permintaan masyarakat," jelas dia.

2. Pasokan komoditas berkurang efek distribusi terhambat

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Randik Sekayu saat melayani pembeli.
Pedagang cabai dan bawang di Pasar Randik Sekayu saat melayani pembeli. (IDN Times/Yuliani)

Ruzuan menyebutkan, khusus komoditas cabai, kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kelancaran transportasi dalam proses distribusi masuk pasar. Kemudian, lanjutnya, curah hujan beberapa waktu terakhir masih menghambat pengiriman stok.

"Akibatnya, pasokan berkurang," katanya.

Apalagi lanjut dia, distribusi pasokan cabai masih berasal dari luar Sumsel, contohnya dari Padang. Karena kondisi itu, ketersediaan stok sangat bergantung pada kondisi cuaca dan akses pengiriman.

3. Daftar harga rata-rata bahan pangan di Palembang

Ilustrasi pedagang daging di Palembang
Ilustrasi pedagang daging di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pantauan IDN Times di beberapa pasar tradisional, rata-rata harga pangan terkini meliputi beras premium Rp14.900 per kg, beras medium Rp12.800 per kg, kedelai di tingkat perajin tempe Rp10 ribu per kg, bawang merah Rp40 ribu per kg dan bawang putih Rp38 ribu per kg.

Kemudian, daging sapi dijual Rp150 ribu per kg, daging ayam Rp40 ribu per kg dan telur ayam Rp29 ribu per kg. Selanjutnya, untuk kebutuhan dapur lain seperti gula pasir dijual Rp18 ribu per kg, minyak goreng kemasan Rp20 ribu per liter, minyak goreng curah Rp16 ribu per liter, dan Minyakita berada di harga Rp18 ribu per liter.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More