Ekonomi Syariah Sumsel Belum Optimal, Gubernur Soroti Fondasi Penting

- Gubernur Sumsel Herman Deru menyoroti belum optimalnya ekonomi syariah di wilayahnya dan menekankan pentingnya fondasi kuat antarinstansi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi serta pengendalian inflasi.
- Deru menilai literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diperkuat agar masyarakat lebih luas terlibat dalam ekosistem ekonomi syariah, sejalan dengan dominasi penduduk Muslim di Sumsel.
- Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah Festival Ekonomi Syariah 2026 dengan tiga program unggulan yang fokus pada kemandirian pesantren, optimalisasi wakaf, dan percepatan sertifikasi halal.
Palembang, IDN Times - Ekonomi syariah di Sumatra Selatan masih belum optimal. Padahal, mayoritas masyarakat di Pulau Sumatra merupakan warga muslim. Kondisi ini jadi perhatian khusus Gubenur Sumsel Herman Deru. Menurutnya, lintas instansi dan sejumlah stakeholder di wilayah tersebut harus memiliki fondasi terhadap pengembangan serta pertumbuhan sektor syariah.
"Beberapa hal uang perlu dicapai dalam pembangunan daerah yang dapat dijadikan fondasi penting penguatan ekonomi syariah bisa melalui langkah dan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Sumsel tetap di nomor kedua tertinggi di Sumatra setelah Riau. Kemudian jaga nilai dan pengendalian inflasi nasional, serta memperbaiki digitalisasi keuangan daerah," katanya, dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (7/6/2026).
1. Literasi keungan jadi langkah mendorong perluasan ekonomi syariah

Deru menyampaikan, agar perkembangan keuangan syariah di Sumsel berjalan lebih masif dan tumbuh optimal, langkah lain yang juga penting diterapkan dalam ekosistem ekonomi syariah adalah membangun penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
"Ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di masyarakat," kata dia.
2. Sumsel khususnya Palembang butuh evaluasi penguatan ekonomi syariah

Deru yakin, ekonomi syariah di Sumsel dapat tumbuh dan memiliki ekspansi bisnis luas. Apalagi lanjutnya, jumlah penduduk Muslim di Sumsel mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini kata Deru, sudah harus sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan syariah.
"Kita juga perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang menjadi penghambat perkembangan pangsa pasar keuangan syariah," kata Deru.
3. Palembang jadi tuan rumah festival ekonomi syariah pada 5-7 Juni

Diketahui, Palembang dipilih menjadi salah satu daerah di Sumatra sebagai tuan rumah penyelenggara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5-7 Juni di Palembang Icon Mall dan Palembang Sport Convention Center (PSCC).
Dalam rangkaian itu, ada tiga program unggulan. Pertama, PESAT yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren. Kedua, UNGGUL yang mengoptimalkan instrumen wakaf untuk pengembangan komoditas unggulan, serta, BERKAH yang mempercepat sertifikasi halal untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata halal.

















