Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kiat Bertahan Hidup saat Rupiah 18 Ribu ala Ekonom Sumsel

 Kiat Bertahan Hidup saat Rupiah 18 Ribu ala Ekonom Sumsel
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
5W1H
Sisi Positif
  • Sri Rahayu menekankan pentingnya mengatur keuangan dan membatasi gaya hidup di tengah melemahnya rupiah agar pendapatan minimal tetap mencukupi kebutuhan harian.
  • Ia mendorong masyarakat, terutama anak muda, untuk berinovasi, memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, serta beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
  • Rahayu mengimbau penggunaan produk lokal dan peningkatan kualitas UMKM sambil menilai masyarakat perlu mandiri secara finansial tanpa terlalu bergantung pada kebijakan pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, membagikan tips bertahan hidup selama sebulan dari pendapatan minimal saat nilai rupiah makin melemah yang tembus lebih dari 18 ribu per dolar AS.

"Saat kondisi ekonomi sekarang, pendapatan minimal dari UMK dan UMP terasa makin sulit dikelola. Sebaiknya mulai mengatur finansial," ujarnya, Senin (8/6/2026).

1. Ubah pola pikir menjadi job creator

Ilustrasi rupiah melemah (pexels.com/ahsanjaya)
Ilustrasi rupiah melemah (pexels.com/ahsanjaya)

Dia mengatakan, selain membatasi bahkan hingga memilih berhenti memenuhi gaya hidup, sebaiknya mengatur uang untuk mencukupi kebutuhan harian. Ia juga menyarankan apabila masih ada dana cukup, mulailah berinovasi mengelola uang untuk menghasilkan, dan jika mampu, silakan menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Sebab dalam kondisi saat ini, tak cukup hanya memiliki satu sumber pendapatan dan harus kreatif berkarya. Rahayu mengusulkan agar anak muda berkomitmen untuk membentuk pola pikir baru dalam melihat peluang lain untuk menghasilkan uang tambahan.

"Mahasiswa juga harusnya bisa mengubah pola pikir dari pencari kerja (job seeker) menjadi job creator. Ini sebagai langkah penyelamatan ekonomi harian," kata dia.

2. Konsumsi pembelian produk dalam negeri

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Rahayu mengimbau, masyarakat luas untuk makin konsisten menggunakan produk-produk buatan dalam negeri. Sementara, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan standar mutu produk.

"Kembali ke produk dalam negeri, cintailah produk Indonesia. Bagi pelaku UMKM, teruslah berinovasi memperbaiki manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, promosi, serta kualitas produk agar tetap memiliki daya saing tinggi di tengah situasi sulit," ujarnya.

3. Putar otak mencari dana tambahan

ilustrasi uang rupiah
ilustrasi uang rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Pola pikir kreatif dalam kondisi sekarang, lanjut Rahayu, penting diterapkan. Sebab pemerintah tampak acuh terhadap ekonomi yang kian tak stabil. Dia menilai, ketika situasi sulit, hanya diri sendiri dan kemampuan pribadi yang bisa menyelamatkan keadaan finansial.

Meski berkeinginan agar pemerintah memperluas stimulus anggaran yang menyasar sektor UMKM serta menciptakan iklim investasi ramah modal. Tetapi katanya, situasi sekarang tidak bisa berharap pada kebijakan dan tindak lanjut penguasa.

"Lebih baik masyarakat maupun pelaku usaha memutar otak mencari dana tambahan. Jangan hanya terpaku mencari lowongan pekerjaan yang kian menyusut, tetapi mulailah menciptakan peluang usaha baru. Meskipun skala usahanya kecil dan hanya mampu mempekerjakan satu orang, itu sudah menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di daerah," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More