Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Peta Sebaran Karhutla Sumsel 2026, Tembus 1.926 Hektare

Kota Palembang
Peta Sebaran Karhutla Sumsel 2026, Tembus 1.926 Hektare
Manggala Agni tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (15/8/2026). (Dok.Manggala Agni)
  • Luas karhutla Sumsel Januari-Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare, melonjak 531 persen dari 305,4 hektare hingga Mei, seiring musim kemarau yang makin kering.
  • Kebakaran didominasi lahan mineral seluas 1.875,7 hektare, sementara gambut 68,5 hektare; keterbatasan sumber air menyulitkan pemadaman di lapangan.
  • Operasi modifikasi cuaca terkendala ketiadaan awan potensial. Luasan karhutla 2026 telah melampaui enam tahun sebelumnya dan menjadi tertinggi kedua setelah 2022.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan (Sumsel) melonjak lebih dari lima kali lipat memasuki periode Juni-Juli 2026. Berdasarkan hasil analisis citra satelit, total luas lahan gambut dan mineral yang terbakar sepanjang Januari-Juli mencapai 1.926,2 hektare (ha).

Angka tersebut meningkat sekitar 531 persen dibandingkan dengan luas lahan terbakar yang tercatat hingga Mei 2026, yakni 305,4 ha. Lonjakan ini terjadi saat Sumsel memasuki periode musim kemarau yang semakin kering.

"Ini jadi warning penting mengenai peningkatan signifikan dan ancaman ke depan seiring dengan puncak musim kemarau," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan RI, Ferdian Kristanto, Kamis (12/8/2026).

  1. 1. Lahan mineral paling banyak terbakar

    Ferdian mengatakan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mineral. Dari total 1.926,2 ha, sebanyak 1.875,7 ha merupakan lahan mineral, sedangkan lahan gambut yang terbakar mencapai 68,5 ha.

    Hingga Mei 2026, luas lahan gambut yang terbakar masih 1,1 ha dan lahan mineral 304,3 ha. Memasuki Juni-Juli, luas lahan gambut bertambah 67,4 ha, sedangkan lahan mineral meningkat 1.571,4 ha.

    Dengan demikian, tambahan luas lahan terbakar dalam dua bulan tersebut mencapai 1.620,8 ha.

    "Kondisi di lapangan saat ini semakin kesulitan mencari (sumber) air," jelasnya.

  2. 2. OMC terkendala awan potensial

    Menurut Ferdian, kondisi kemarau yang semakin kering turut menyulitkan upaya penanganan kebakaran lahan. Keterbatasan air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman di lapangan. Di sisi lain, upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) tak berjalan sesuai rencana lantaran beberapa kondisi di lapangan.

    "Dan saat ini OMC tidak sesuai target lantaran tidak ada awan potensial di musim kemarau," ungkap dia.

    Infografis Karhutla Sumsel 2026

  3. 3. Lahan terbakar 2026 sudah lampaui enam tahun sebelumnya

    Jika dibandingkan dengan periode yang sama dalam catatan tahunan, luas lahan terbakar sepanjang Januari-Juli 2026 sudah lebih tinggi dibandingkan dengan total luasan yang tercatat pada 2019, 2020, 2021, 2023, 2024, dan 2025.

    Pada 2019 tercatat 516,4 ha lahan terbakar, kemudian 678,5 ha pada 2020 dan 1.291,8 ha pada 2021. Luas tersebut sempat mencapai 2.445,7 ha pada 2022, sebelum turun menjadi 1.178,5 ha pada 2023 dan 963,1 ha pada 2024. Pada 2025, luas lahan terbakar tercatat 1.382,4 ha.

    Dengan luasan 1.926,2 ha hingga Juli 2026, angka tersebut menjadi yang tertinggi kedua dalam catatan tersebut setelah 2022.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More