Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menilik Peluang Baru Tenun Serat Nanas jadi Produk Lokal Sumsel

Kota Palembang
3 min read
Menilik Peluang Baru Tenun Serat Nanas jadi Produk Lokal Sumsel
Proses pembuatan kain dari tenun serat nanas (Dok. Pertagas)
  • Tenun serat nanas menjadi produk lokal baru Sumatra Selatan, memberi peluang penghasilan dan pengembangan keterampilan produktif bagi kelompok perempuan Desa Lubuk Karet.

  • Pertamina Gas memfasilitasi benchmarking program CSR Pina Lestari di Koperasi Miwa, Prabumulih, untuk mereplikasi praktik pemberdayaan yang telah mandiri di wilayah lain.

  • Selama empat hari, peserta mempelajari penggunaan ATBM, menenun serat daun nanas, dan perawatan alat agar dapat mengembangkan potensi sumber daya lokal secara mandiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Tenun serat nanas kini jadi bagian baru dari produk lokal Sumatra Selatan. Tenun serat nanas yang merupakan hasil karya kelompok perempuan Desa Lubuk Karet berhasil menjadi sumber penghasilan masyarakat di wilayah sekitar.

"Pemanfaatan serat daun nanas menjadi kain juga membuka ruang bagi perempuan desa untuk mengembangkan keterampilan produktif," ujar External Relation Operation West Region II Pertamina Gas, Maulana Rizky Wijaya dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu (30/9/2026).

  1. 1. Pertamina Gas OCSA fasilitasi pelatihan tenun serat nanas

    Peserta mengikuti kegiatan belajar menenun serat nanas dengan pendampingan dalam program Pertagas bersama.
    Kegiatan belajar tenun serat nanas (Dok. Pertagas)

    Diolah dari daun nanas, kelompok perempuan desa tersebut belajar membuat kain menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Di sana, kegiatan belajar dilakukan lewat program benchmarking yang difasilitasi oleh Pertamina Gas Operation Central Sumatera Area (OCSA).

    Berlangsung di Koperasi Miwa, Prabumulih, pada 20–23 September 2026, kegiatan OCSA tak hanya mengenalkan tenun serat nanas, melainkan juga kegiatan pelatihan baru dan edukasi tentang proses replikasi program pemberdayaan CSR Pina Lestari yang telah berkembang dan berjalan secara mandiri di wilayah lain Pertamina Gas.

    "Melalui pendekatan ini, Pertamina Gas ingin memastikan praktik baik yang telah memberikan manfaat di satu wilayah tidak berhenti di sana, tetapi dapat dipelajari, dikembangkan, dan disesuaikan dengan potensi masyarakat di wilayah lainnya," jelas dia.

  2. 2. Pertamina Gas dorong tenun serat nanas jadi pemberdayaan daerah

    Ilustrasi tangan pengrajin menenun kain tradisional dengan benang warna-warni pada alat tenun kayu.
    ilustrasi tenun kain (unsplash.com/Pew Nguyen)

    Maulana mengatakan, replikasi menjadi salah satu pendekatan Pertamina Gas untuk memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat.

    “Kami ingin praktik baik yang sudah berkembang dan berjalan secara mandiri di salah satu wilayah binaan Pertamina Gas dapat memberikan manfaat yang lebih luas," kata dia.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan, pengetahuan dan pengalaman tersebut akan terus dibawa ke wilayah lain agar dapat dipelajari dan dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masyarakat setempat.

  3. 3. Kegiatan tenun serat nanas Pertamina Gas buka manfaat baru

    Ilustrasi kain tenun dengan motif tradisional yang menggambarkan kerajinan tekstil dan kekayaan budaya Indonesia.
    Ilustrasi tenun (Antara Foto)

    Dirinya menyampaikan, selama empat hari, kelompok perempuan Desa Lubuk Karet mengikuti rangkaian pembelajaran penggunaan ATBM, mulai dari pengenalan alat, praktik menenun serat daun nanas, hingga troubleshooting sederhana.

    "Kegiatan ini memberikan bekal bagi peserta untuk mengoperasikan dan merawat ATBM secara mandiri," kata Maulana.

    Diketahui, benchmarking Pertamina Gas Operation Central Sumatera Area itu juga turut dihadiri Ketua PKK Desa Lubuk Karet, Nurul Azmi dan Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Azwan. Kemudian, proses berbagi pengalaman itu pun melibatkan Ketua Koperasi Miwa, Agus Zali, serta Weniria sebagai pelatih ATBM.

    Menurut Ali Azwan, kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kelompok perempuan di desanya sekaligus membuka wawasan mengenai potensi yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.

    “Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak potensi desa yang bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More