Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengemudi Ketek Sebut Kemarau Tahun Ini Bikin Sungai Musi Lebih Surut

Kota Palembang
Pengemudi Ketek Sebut Kemarau Tahun Ini Bikin Sungai Musi Lebih Surut
Pengemudi Kapal Ketek Zulkifli di Palembang yang menjadi transportasi di Sungai Musi (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Pengemudi ketek mengaku Sungai Musi lebih kering dari biasanya akibat musim kemarau.

  • Meski Sungai Musi surut, aktivitas ketek masih tetap berjalan.

  • Pengemudi ketek menjadi saksi kondisi Sungai Musi yang semakin dangkal selama kemarau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Musim kemarau yang melanda Sumatra Selatan mulai berdampak pada kondisi Sungai Musi. Sejumlah pengemudi ketek di Palembang, mengaku permukaan air sungai dalam sebulan terakhir mengalami penyusutan dan terasa lebih kering dibandingkan dengan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pengemudi ketek, Zulkifli, mengatakan perubahan kondisi Sungai Musi mulai dirasakan sejak sekitar sebulan terakhir. Menurutnya, penyusutan debit air terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau.

"Kondisi sungai yang makin dangkal ini sudah terjadi sekitar sebulan terakhir karena sekarang musim kemarau. Kondisi kekeringan Sungai Musi kali ini lumayan, lebih kering dari tahun-tahun biasanya," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (24/7/2026).

1. Terbantu ada dermaga

Alat transportasi di Sungai Musi Palembang
Alat transportasi di Sungai Musi Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski begitu, Zulkifli menyebut surutnya air sungai belum menghambat aktivitas penyeberangan maupun proses sandar kapal ketek. Keberadaan dermaga dinilai sangat membantu pengemudi saat menurunkan maupun menaikkan penumpang.

"Kalau sekarang tidak terlalu menyulitkan karena sudah ada dermaga. Dulu, sebelum ada dermaga, saat air surut, kami susah merapat ke pinggir. Sekarang lebih aman," katanya.

2. Air surut dari pagi karena pasang surut air sungai

Nelayan Sungai Musi Palembang
Nelayan Sungai Musi Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ia menjelaskan, pola pasang surut mulai terjadi sejak pagi hingga siang hari, kemudian kembali pasang pada sore sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.

"Kalau pagi sampai siang, air mulai kering. Biasanya baru pasang lagi sekitar jam dua atau jam tiga sore," ungkapnya.

3. Berharap tidak semakin surut

Alat transportasi di Sungai Musi Palembang
Alat transportasi di Sungai Musi Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Zulkifli, meski permukaan air lebih rendah dari biasanya, para pengemudi ketek tetap dapat beroperasi seperti biasa. Mereka hanya perlu menyesuaikan posisi sandar kapal dengan kondisi pasang surut sungai.

Ia berharap kondisi Sungai Musi tidak semakin surut apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang, sehingga aktivitas transportasi sungai yang menjadi mata pencaharian masyarakat tetap berjalan lancar.

"Paling-paling waktu pulang ke rumah kalau bersandar sedikit jauh dari sungai. Cuma kalau sudah pulang itu gak masalah," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More