Hotspot Sumsel Naik Lagi, 6 Wilayah Masih Catat Udara Tak Sehat

Enam dari delapan wilayah Sumsel mencatat udara tidak sehat pada Jumat pagi, dengan ISPU tertinggi di PALI 180, disusul Musi Rawas 168 dan Palembang 160.
Prabumulih dan Muara Enim berada pada kategori kualitas udara sedang; Muara Enim mencatat ISPU 61, sementara parameter Prabumulih terpantau tanpa angka PM10 dan PM2,5.
Titik panas kembali naik menjadi 456 pada 24 September dan 394 hingga 25 September pagi, sementara kejadian karhutla turun; penanganan tetap difokuskan di enam wilayah.
Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali meningkat setelah sempat turun tajam. Kondisi udara di sejumlah wilayah juga masih berada dalam kategori tidak sehat.
Data terbaru pada Jumat (25/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan, enam dari delapan wilayah yang memiliki data berada dalam kategori tidak sehat. Sementara dua wilayah lainnya masuk kategori sedang. Di sisi lain, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih difokuskan di enam wilayah Sumsel.
Berikut kondisi terbaru ISPU dan karhutla di Sumsel pagi ini yang dirangkum IDN Times dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel.
1. Enam wilayah masih punya udara tidak sehat

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Enam wilayah Sumsel masih mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi. Musi Rawas menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 168. Kemudian Palembang mencapai 160, PALI 180, Ogan Ilir 139, Lahat 120 dan Musi Banyuasin 108.
Dari angka tersebut, PALI sebenarnya menjadi yang tertinggi dengan ISPU 180, disusul Musi Rawas 168 dan Palembang 160. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara belum sepenuhnya membaik meski jumlah titik panas sempat turun dalam beberapa hari terakhir.
2. Prabumulih dan Muara Enim masih kategori sedang

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Sementara itu, kualitas udara di Prabumulih dan Muara Enim berada dalam kategori sedang. Muara Enim mencatat angka ISPU 61. Prabumulih masuk kategori sedang berdasarkan parameter yang terpantau, meski angka PM10 dan PM2,5 pada tabel tidak tersedia.
Dengan demikian, dari delapan wilayah yang memiliki data, enam daerah tidak sehat dan dua lainnya sedang.
3. Hotspot naik lagi setelah sempat turun

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Jumlah titik panas Sumsel dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola naik-turun. Pada 22 September tercatat 460 titik panas. Jumlahnya turun menjadi 160 titik pada 23 September, tetapi kembali melonjak menjadi 456 titik pada 24 September.
Hingga Jumat pagi, 25 September, tercatat sementara 394 titik panas. Artinya, titik panas memang lebih rendah dibandingkan pada 22 September, tetapi belum menunjukkan penurunan secara konsisten karena sempat kembali melonjak pada 24 September.
4. Kejadian karhutla turun, penanganan tetap di 6 wilayah

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni) Jumlah kejadian karhutla justru menunjukkan penurunan dalam tiga hari terakhir. Pada 22 September tercatat 85 kejadian, kemudian turun menjadi 68 kejadian pada 23 September dan kembali turun menjadi 53 kejadian pada 24 September.
Meski demikian, penanganan karhutla masih difokuskan di enam wilayah, yakni OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















