14 Helikopter Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Sumsel

Satgas Karhutla Sumatra Selatan mengerahkan 12.285 personel dan 14 helikopter, terdiri dari armada TNI AU serta enam helikopter water bombing APP Group.
Operasi udara memadamkan titik api sulit dijangkau dan membasahi area sekitar kebakaran demi melindungi permukiman, perkebunan, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, serta habitat gajah.
Penanganan turut mengandalkan pemetaan sumber air, dukungan peralatan darat, Operasi Modifikasi Cuaca, patroli, dan edukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran serta larangan membakar lahan.
Palembang, IDN Times – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi Satgas Penanggulangan Karhutla, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai unsur terkait. Operasi udara menjadi salah satu kekuatan utama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.
Sebanyak 12.285 personel gabungan dikerahkan dalam Satgas Karhutla Sumatra Selatan untuk mendukung operasi darat maupun udara. Dari sisi udara, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoperasikan sekitar delapan helikopter patroli dan water bombing, sementara APP Group mendukung dengan enam helikopter water bombing.
1. TNI AU sebut armada water bombing sangat membantu

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya. (Dok. APP Grup) Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, mengatakan operasi penanggulangan karhutla telah berjalan sejak status siaga darurat ditetapkan di Sumatra Selatan. Seluruh operasi udara berada dalam koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin oleh Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Menurut Asep, keberadaan armada water bombing sangat penting untuk menangani kebakaran di lokasi yang berada jauh di dalam kawasan dan sulit dijangkau oleh personel darat.
“Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat,” ujar Asep.
Ia menambahkan, enam helikopter water bombing milik APP Group turut memperkuat armada Satgas, baik untuk pemadaman di sekitar konsesi maupun di wilayah lain yang membutuhkan dukungan berdasarkan koordinasi.
“Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing, pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara,” katanya.
2. Operasi udara lindungi permukiman hingga habitat gajah

Dua ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mencari makan di dekat lokasi kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) Operasi water bombing tidak hanya menyasar titik api, tetapi juga membasahi area di sekitar kebakaran untuk menghambat penjalaran api. Langkah ini dilakukan guna melindungi permukiman masyarakat, perkebunan warga, kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, serta area lain yang berpotensi terdampak.
Untuk mendukung efektivitas operasi udara, Satgas Karhutla juga memetakan berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh helikopter, mulai dari sungai, danau, kanal, hingga embung di sejumlah wilayah.
Asep mengatakan pemetaan tersebut dilakukan saat patroli udara bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir. Dalam pemantauan itu, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang berpotensi menjadi sumber air bagi helikopter.
“Kita melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing. Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” ujarnya.
3. OMC dan edukasi masyarakat jadi bagian strategi karhutla

Tim Manggala Agni Daops Banyuasin saat berjibaku melakukan pemadaman di Kebun Raya Sriwijaya (Dok. Manggala Agni) Selain dukungan armada udara, APP Group juga membantu operasi darat melalui penyediaan pompa air, Sambunesia, serta berbagai perlengkapan pemadaman lainnya.
“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Asep.
Upaya pengendalian karhutla di Sumatra Selatan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga September 2026, operasi tersebut telah dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan berdasarkan hasil pemantauan cuaca.
Menurut Asep, OMC telah dilakukan sejak awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan memungkinkan. Dalam beberapa hari terakhir, operasi itu turut mendukung terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.
Kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, OMC, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla di Sumatra Selatan. Satgas juga mengerahkan tim penyuluh ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dan larangan membuka lahan dengan cara membakar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















