Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hotspot Sumsel Naik, Palembang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kota Palembang
2 min read
Hotspot Sumsel Naik, Palembang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Palembang mencatat ISPU 219 pada Sabtu pagi, masuk kategori sangat tidak sehat dan memburuk dari angka 160 sehari sebelumnya.

  • Lima wilayah lain di Sumsel berstatus tidak sehat, sementara Muara Enim dan Lahat berkategori sedang; enam dari delapan wilayah berdata terdampak kualitas udara tidak sehat.

  • Hotspot Sumsel naik dari 160 pada 23 September menjadi 622 pada 26 September, meski kejadian karhutla turun menjadi 40 dan penanganan tetap fokus di enam wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali meningkat setelah sempat turun tajam. Kondisi udara di sejumlah wilayah juga masih berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan laporan ISPU, Sabtu (26/9/2026) pukul 06.00 WIB, Palembang menjadi satu-satunya wilayah yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih difokuskan di enam wilayah Sumsel.

Berikut kondisi terbaru ISPU dan karhutla di Sumsel pagi ini yang dirangkum IDN Times dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel.

  1. 1. Palembang masuk kategori sangat tidak sehat

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kualitas udara Palembang memburuk pada Sabtu pagi. Angka ISPU mencapai 219, sehingga masuk kategori sangat tidak sehat. PM2,5 tercatat 219, sedangkan PM10 berada di angka 147.

    Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Jumat (25/9/2026), ISPU Palembang masih berada di angka 160 atau kategori tidak sehat. Artinya, kualitas udara Palembang memburuk dalam sehari dan kini sudah masuk level sangat tidak sehat.

  2. 2. Lima wilayah lainnya masih tidak sehat

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Selain Palembang, lima wilayah lain juga masih mencatat kualitas udara tidak sehat. PALI menjadi yang tertinggi berikutnya dengan ISPU 176, disusul Musi Rawas 135, Ogan Ilir 139, Prabumulih 123, dan Musi Banyuasin 106.

    Sementara Muara Enim dan Lahat berada dalam kategori sedang, masing-masing dengan angka 51 dan 93. Dengan demikian, dari delapan wilayah yang memiliki data, enam daerah masuk kategori tidak sehat dan dua lainnya sedang.

  3. 3. Hotspot kembali melonjak, dari 160 menjadi 622

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Jumlah titik panas di Sumsel justru menunjukkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada 22 September tercatat 460 titik panas. Jumlahnya sempat turun menjadi 160 pada 23 September, tetapi kembali naik menjadi 456 pada 24 September.

    Kenaikan berlanjut pada 25 September dengan 614 titik, kemudian mencapai 622 titik pada 26 September. Artinya, setelah sempat turun tajam pada 23 September, jumlah hotspot kembali meningkat hampir empat kali lipat hingga Sabtu pagi.

  4. 4. Kejadian karhutla turun, penanganan tetap di 6 wilayah

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Di sisi lain, jumlah kejadian karhutla yang tercatat justru menunjukkan penurunan. Pada 22 September terdapat 85 kejadian, kemudian turun menjadi 68 pada 23 September dan 53 pada 24 September.

    Hingga 25 September, jumlahnya kembali turun menjadi 40 kejadian. Meski angka kejadian menurun, penanganan karhutla masih difokuskan di enam wilayah, yakni OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More