Kabut Asap Menebal di Palembang, Kualitas Udara Dalam Kondisi Berbahaya

Kabut asap menyelimuti merata Kota Palembang sejak sekitar pukul 09.00 WIB, mengurangi jarak pandang dan membuat udara terasa tidak nyaman di sejumlah kawasan.
Pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 Palembang mencapai 515 mikrogram per meter kubik menurut IQAir, sehingga kualitas udara masuk kategori berbahaya.
Meski asap makin pekat, aktivitas warga dan kendaraan tetap berjalan; penggunaan masker belum merata, sementara warga luar ruangan diminta memantau kualitas udara.
Palembang, IDN Times - Kabut asap di Kota Palembang semakin terasa menjelang siang, Jumat (25/9/2026). Kondisi ini terjadi setelah pada pagi hari udara masih terlihat relatif normal dan aktivitas warga berjalan seperti biasa.
Memasuki sekitar pukul 09.00 WIB, asap mulai terlihat lebih tebal di sejumlah kawasan. Pantauan IDN Times mencatat kabut tersebut terjadi merata di seluruh Kota Palembang. Kondisi tersebut membuat jarak pandang berkurang dan udara terasa kurang nyaman saat dihirup.
1. Asap mulai menutup sejumlah kawasan

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Sejumlah kawasan seperti Kenten, Veteran, Jalan Sudirman, kawasan Merdeka hingga Ampera Palembang mulai diselimuti asap tebal. Kondisi serupa juga terlihat di sekitar Masjid Agung Palembang hingga sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah objek dari kejauhan tampak lebih samar karena tertutup kabut asap.
Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan tingginya konsentrasi PM2.5. Berdasarkan data kualitas udara yang dikeluarkan IQAir pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Palembang tercatat mencapai 515 mikrogram per meter kubik. Data tersebut menempatkan kualitas udara Palembang pada kategori berbahaya.
"Udara terasa begitu pekat. Tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB memang terasa tebal, kemudian mulai menurun saat pagi hari. Tapi sekarang asap kembali terasa begitu tebal," ungkap Fajar warga Sematang Borang, Jumat (25/9/2026).
2. Aktivitas warga tetap berjalan

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Meski kabut asap mulai terasa semakin pekat menjelang siang, aktivitas masyarakat di Kota Palembang masih berjalan seperti biasa. Kendaraan tetap melintas di sejumlah ruas jalan, sementara warga tetap beraktivitas untuk bekerja, berbelanja, maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Pantauan di sejumlah kawasan menunjukkan bahwa kondisi asap belum membuat aktivitas warga berhenti. Sebagian masyarakat masih terlihat berada di luar rumah, meski jarak pandang mulai berkurang dan udara terasa lebih pekat dibandingkan pagi hari.
Sejumlah pengendara juga tetap melanjutkan perjalanan meski kondisi udara mulai dipenuhi asap. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, kondisi tersebut membuat mereka harus lebih berhati-hati dan menggunakan masker.
"Kalau untuk aktivitas tetap jalan seperti biasa karena memang harus bekerja. Cuma asapnya sekarang lebih terasa, terutama kalau sedang berada di jalan. Jadi agak tidak nyaman untuk bernapas," ungkap Fajar.
3. PM2.5 berada pada level berbahaya

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Kondisi di lapangan juga dibarengi oleh tingginya konsentrasi PM2.5. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk ke saluran pernapasan sehingga paparan asap perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok yang sensitif terhadap polusi udara.
Perubahan kondisi kabut asap tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Palembang dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Karena itu, warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau kondisi kualitas udara terlebih dahulu dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi yang ada.
Di tengah kondisi tersebut, penggunaan masker oleh masyarakat juga belum terlihat merata. Sebagian warga masih beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker meski kabut asap semakin pekat.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















