Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Deras Picu Longsor di Bantaran Sungai Musi, Rumah Warga Rusak

Kab. Musi Banyuasin
Hujan Deras Picu Longsor di Bantaran Sungai Musi, Rumah Warga Rusak
Kondisi longsor di Kecamatan Lais Muba. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Hujan deras di Musi Banyuasin memicu dua longsor di Kecamatan Lais, merusak rumah warga di Desa Epil dan mengancam permukiman di bantaran Sungai Musi, Desa Danau Cala.
  • BPBD Muba mencatat kerugian sekitar Rp165 juta akibat rusaknya dua rumah dan memperingatkan potensi longsor susulan karena banyak rumah berdiri dekat DAM penahan sungai.
  • Pemerintah desa dan kepolisian memasang banner peringatan serta mengimbau warga di zona bahaya untuk mengungsi demi mencegah korban jika terjadi erosi atau longsor lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musi Banyuasin, IDN Times – Hujan deras yang mendadak turun pada Rabu (22/7/2026) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) langsung memicu tanah longsor di dua wilayah Kecamatan Lais. Longsor pertama terjadi di Desa Epil yang merusak dua rumah. Disusul longsor di bantaran Sungai Musi, Desa Danau Cala, yang mengancam permukiman di sekitarnya.

Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan longsor di Desa Epil terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Pergeseran tanah di sekitar dam penahan sungai menyebabkan fondasi rumah warga bergeser hingga bangunan di atasnya roboh.

"Longsor ini merupakan kejadian kedua di Desa Epil. Rumah milik Fauzan yang sebelumnya mengalami kerusakan ringan kini menjadi rusak berat, sedangkan rumah milik Yurniwati mengalami kerusakan ringan," ujarnya, Kamis (23/7/2026).

1. Banyak rumah berada di belakang DAM penahan sungai

Kondisi longsor di Kecamatan Lais Muba.
Kondisi longsor di Kecamatan Lais Muba. (Dok. IDN Times)

Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp165 juta, terdiri dari kerusakan rumah Fauzan senilai sekitar Rp150 juta dan rumah Yurniwati sekitar Rp15 juta.

"Terkait bencana ini kita telah menerbitkan surat imbauan kepada pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Selain itu, pihaknya kembali berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melalui Dinas PUPR Muba," jelas Marko.

Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, terdapat sekitar 100 rumah yang berdiri di belakang DAM penahan sungai di Dusun II Desa Epil. Kondisi tersebut dinilai rawan apabila erosi di dinding sungai terus terjadi.

"Kalau kondisi dinding sungai terus tergerus, dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang dapat mengancam rumah-rumah di sekitar DAM penahan sungai. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada," terangnya.

2. Tebing sungai ambles diduga akibat tingginya curah hujan tinggi

Ilustrasi tanah longsor dengan rumah retak di tepi lereng dan beberapa pohon tumbang akibat pergerakan tanah.
Ilustrasi longsor. (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara di hari yang sama, sekitar pukul 06.00 WIB, longsor terjadi di bantaran Sungai Musi, Dusun I, Desa Danau Cala. Tebing sungai amblas diduga akibat tingginya curah hujan sehingga mengancam sejumlah rumah yang berada di sekitar lokasi.

"Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, beberapa rumah berada sangat dekat dengan bibir longsor sehingga berpotensi terdampak apabila terjadi longsor susulan. Kita mengimbau warga yang berada di tepian sungai untuk tetap waspada jika hujan," jelas Marko.

Kapolsek Lais AKP Syawaludin, menambahkan personel Polsek Lais bergerak cepat pasca menerima laporan. Petugas segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Danau Cala untuk melakukan pengecekan langsung dan olah tempat kejadian di lokasi pergeseran tanah.

"Kejadian tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ada beberapa rumah yang posisinya sangat dekat dengan bibir longsor. Rumah-rumah tersebut berpotensi terdampak apabila erosi susulan terjadi akibat intensitas hujan yang masih tinggi," ungkapnya.

3. Personel Polsek Lais pasang banner peringatan di tebing sungai

Personel Polsek Lais memasang banner peringatan di tepian Sungai Musi.
Personel Polsek Lais memasang banner peringatan di tepian Sungai Musi. (Dok. Polres Muba)

Sebagai langkah antisipasi dini, warga yang menempati bangunan di zona bahaya telah diimbau untuk mengungsi secara sukarela ke tempat yang lebih aman. Pihak kepolisian bersinergi dengan pemerintah desa terus memberikan pemahaman kepada warga sekitar bantaran sungai agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Selain mengedukasi masyarakat, tim gabungan di lapangan juga telah memasang banner serta tanda peringatan bahaya di sekitar titik tanah longsor.

"Pemasangan ini bertujuan agar warga lokal maupun pengguna jalan yang melintas tidak mendekati area rawan erosi tersebut," terang Kapolsek.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More