Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tebalnya Kabut Asap, Herman Deru Terkejut Kualitas Udara Kembali Memburuk

Kota Palembang
2 min read
Tebalnya Kabut Asap, Herman Deru Terkejut Kualitas Udara Kembali Memburuk
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel, terutama Palembang, membuat Gubernur Herman Deru terkejut dan menunggu laporan BPBD mengenai sumber titik panas serta kebakaran.

  • Pemerintah Sumsel mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca berdasarkan informasi BMKG dan potensi awan hujan; OMC telah dilakukan lebih dari 60 kali meski berbiaya tinggi.

  • Herman Deru menyoroti pembakaran lahan dan sampah saat kemarau, serta akan meminta DLHP mengedarkan imbauan kepada pemerintah daerah agar warga tidak membakar apa pun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Kabut asap kembali menebal di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel), terutama di kawasan Kota Palembang. Kondisi ini membuat Gubernur Sumsel Herman Deru terkejut lantaran adanya dugaan peningkatan titik panas dan kebakaran di Sumsel.

"Tadi saya juga terkejut, ini kok masih kabut asap," ungkap Herman Deru, Jumat (25/9/2026).

  1. 1. Tunggu laporan BPBD soal kabut asap

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Deru menyebutkan, dirinya kaget karena kabut yang begitu tebal tiba-tiba muncul di kota Palembang. Pasalnya, kabut asap sempat terpantau turun beberapa waktu terakhir sehingga dirinya menduga asap yang tiba-tiba menebal terbawa angin dari suatu wilayah yang sedang mengalami karhutla.

    "Saya mau minta laporan dari BPBD dulu, di mana yang masih menjadi penyumbang titik panas, apakah ada nomor polisinya," jelasnya.

  2. 2. OMC Terus Dilakukan

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Pemerintah Sumsel masih mengandalkan sejumlah langkah untuk menekan dampak karhutla, salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Deru mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan informasi BMKG mengenai kondisi cuaca dan potensi hujan di Sumsel.

    "Saya sudah menginstruksikan selaras dengan imbauan BMKG. Informasi BMKG bahwa kita ini baru dapat hujan itu di awal November," katanya.

    Menurutnya, OMC menjadi upaya untuk memanfaatkan keberadaan bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Deru menyebut operasi tersebut telah dilakukan puluhan kali.

    "Maka konsep terbaik adalah OMC, Operasi Modifikasi Cuaca. Meskipun biayanya tidak murah, kita sudah melakukannya lebih dari 60 kali untuk OMC," ujarnya.

  3. 3. Minta masyarakat sadar tidak membakar apapun di lingkungannya

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Deru menyebut, dirinya masih menemukan beberapa pihak yang secara sengaja membakar lahan memanfaatkan kondisi kemarau. Pembakaran lahan ataupun sampah dinilai membahayakan masyarakat akibat paparan polusi dan potensi kebakaran yang meluas.

    "Kemarin contoh, saya habis ngantar cucu ke sekolah. Lah, kok di tengah kota ada orang bakar-bakar di kebunnya, itu kan kesadaran," jelasnya.

    Untuk mencegah pembakaran sembarangan, Deru akan meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel membuat surat edaran kepada pemerintah kabupaten dan kota.

    "Saya akan bersurat. Ini di DLHP ada. Saya akan suruh buatkan edaran ke bupati wali kota itu untuk mengingatkan masyarakat atas peningkatan kesadaran untuk tidak membakar apa pun di halaman rumah," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More