Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jarak Pandang 700 Meter, Sejumlah Penerbangan di Palembang Terdampak

Kota Palembang
3 min read
Jarak Pandang 700 Meter, Sejumlah Penerbangan di Palembang Terdampak
Kabut menutupi perlintasan Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Jarak pandang sekitar 700 meter di Bandara SMB II Palembang pada Jumat membuat tiga penerbangan menuju Jakarta tertunda.

  • Super Air Jet IU 922 dari Jakarta kembali ke bandara asal karena tidak dapat mendarat di Palembang akibat jarak pandang di bawah batas minimum.

  • Kabut asap menyelimuti Palembang sejak sekitar pukul 09.00 WIB; PM2.5 mencapai 515 mikrogram per meter kubik, sementara operasional bandara kemudian dinyatakan aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang terdampak kondisi jarak pandang yang berada di bawah batas minimum operasional pada Jumat (25/9/2026).

Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie mengatakan jarak pandang sempat tercatat berada di bawah standar minimum jarak pandang aman. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan.

"Sejumlah penerbangan sempat ditunda karena jarak pandang yang hanya berkisar 700 meter," ungkap Nidia kepada IDN Times, Jumat (25/9/2026).

  1. 1. Pesawat yang terdampak hari ini

    Kabut tebal menyelimuti area perlintasan dekat Bandara SMB II di Palembang, membatasi jarak pandang di sekitarnya.
    Kabut menutupi perlintasan Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Dari data SMB II, tercatat ada tiga penerbangan yang terdampak, yakni Super Air Jet IU 923 rute Palembang-Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 10.20 WIB, Garuda Indonesia GA 109 rute Palembang-Jakarta pukul 12.20 WIB, dan Super Air Jet IU 879 rute Palembang-Jakarta pukul 12.30 WIB.

    Sementara itu, pada penerbangan kedatangan, Super Air Jet IU 922 rute Jakarta-Palembang dengan jadwal tiba pukul 09.40 WIB mengalami perubahan estimasi kedatangan menjadi pukul 09.57 WIB dan berstatus Return to Base (RTB).

    Status RTB berarti pesawat kembali ke bandara keberangkatan. Dalam penerbangan tersebut, Super Air Jet IU 922 kembali ke Jakarta setelah tidak dapat melanjutkan pendaratan di Bandara SMB II Palembang akibat jarak pandang berada di bawah batas minimum 700 meter.

  2. 2. Bandara SMB II kembali beroperasi

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Selain IU 922, terdapat penerbangan GA 104 rute Jakarta-Palembang dengan jadwal tiba pukul 11.35 WIB dan IU 878 rute Jakarta-Palembang dengan jadwal tiba pukul 11.50 WIB.

    Kondisi jarak pandang di bawah batas minimum ini terjadi di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang pada Jumat pagi hingga menjelang siang.

    "Untuk saat ini, kondisi jarak pandang sudah aman untuk operasional penerbangan," beber dia.

  3. 3. Kabut asap selimuti kota Palembang

    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan
    Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Diberitakan sebelumnya, kabut asap di Kota Palembang semakin terasa menjelang siang, Jumat (25/9/2026). Kondisi ini terjadi setelah pada pagi hari udara masih terlihat relatif normal dan aktivitas warga berjalan seperti biasa.

    Memasuki sekitar pukul 09.00 WIB, asap mulai terlihat lebih tebal di sejumlah kawasan. Pantauan IDN Times mencatat kabut tersebut terjadi merata di seluruh Kota Palembang. Kondisi tersebut membuat jarak pandang berkurang dan udara terasa kurang nyaman saat dihirup.

    Sejumlah kawasan seperti Kenten, Veteran, Jalan Sudirman, kawasan Merdeka hingga Ampera Palembang mulai diselimuti asap tebal. Kondisi serupa juga terlihat di sekitar Masjid Agung Palembang hingga sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah objek dari kejauhan tampak lebih samar karena tertutup kabut asap.

    Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan tingginya konsentrasi PM2.5. Berdasarkan data kualitas udara yang dikeluarkan IQAir pada pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Palembang tercatat mencapai 515 mikrogram per meter kubik. Data tersebut menempatkan kualitas udara Palembang pada kategori berbahaya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More