Hujan Belum Padamkan Api di Gambut OKI, Jumlah Hotspot di Sumsel Naik

Hujan berintensitas rendah belum memadamkan kebakaran gambut di Talang Rimba, OKI, dan Timbangan, Ogan Ilir; petugas memastikan api bawah permukaan mati agar asap tidak muncul lagi.
Pada 28 Oktober 2026, Sumsel mencatat 109 hotspot, dengan OKI terbanyak 45 titik. Angka ini naik dari 73 titik pada 26 Oktober, setelah sempat mencapai 117 titik.
BPBD Sumsel mencatat 34 kebakaran seluas 145,28 hektare pada 27 Oktober; 112,78 hektare telah dipadamkan. Satgas memusatkan penanganan di OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
Palembang, IDN Times - Guyuran hujan belum sepenuhnya menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel). Titik panas kembali meningkat, sementara tim pemadam masih berjibaku menangani kebakaran di sejumlah wilayah, terutama di lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman masih berlangsung di Talang Rimba, Kecamatan Cengal, OKI, serta kawasan Timbangan, Ogan Ilir. Api di Talang Rimba menjadi perhatian karena berada di areal gambut dan belum sepenuhnya padam meski beberapa hari sebelumnya sempat turun hujan dengan intensitas rendah.
"Tim masih melakukan operasi pemadaman, utamanya di Talang Rimba, Cengal dan Ogan Ilir di Timbangan," ungkap Ferdian, Rabu (28/10/2026).
1. Waspada kebakaran di lahan gambut

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Menurut dia, penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan upaya ekstra. Api yang masih menyala di bawah permukaan tanah dapat terus menghasilkan asap meskipun kobaran di permukaan sudah tidak terlihat.
"Kami pastikan api benar-benar padam agar asap tidak muncul lagi dan api tidak kembali menyala," kata dia.
2. Hotspot Sumsel kembali meningkat

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Berdasarkan rekapitulasi Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan pada 28 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB, tercatat 109 titik panas di Sumsel. OKI menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 45 titik. Berikutnya, Musi Banyuasin dengan 14 titik, Musi Rawas dengan 11 titik, dan Ogan Komering Ulu Timur dengan 10 titik.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan 26 Oktober 2026 yang mencatat 73 titik panas. Sehari kemudian, jumlahnya mencapai 117 titik sebelum kembali turun menjadi 109 titik pada 28 Oktober 2026.
Peningkatan hotspot terjadi di tengah penanganan puluhan kejadian karhutla di berbagai daerah. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel mencatat 34 kejadian kebakaran pada 27 Oktober 2026.
Musi Banyuasin menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 12 kasus, disusul OKI sebanyak 10 kejadian. Muara Enim mencatat empat kejadian, sedangkan Ogan Ilir dan Palembang masing-masing mencatat dua kejadian. Sisanya tersebar di empat daerah lainnya.
Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 145,28 hektare. Dari luasan tersebut, petugas berhasil memadamkan api di area seluas 112,78 hektare.
3. Pemadaman difokuskan di tiga kabupaten

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Satgas karhutla masih memusatkan penanganan di OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Di OKI, pemadaman dilakukan di sejumlah kecamatan, yakni Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Air Sugihan, dan Cengal.
Sementara di Musi Banyuasin, petugas menangani kebakaran di Kecamatan Banyuasin, Lalan, dan Tungkal Jaya. Adapun di Kabupaten Banyuasin, penanganan berlangsung di Kecamatan Banyuasin II.
Kondisi lahan gambut yang masih menyimpan titik api menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Karena itu, pemadaman harus memastikan api di bawah permukaan benar-benar mati agar kebakaran tidak kembali terjadi dan asap tidak terus menyebar.





















