Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sukoco dan Avtur: Tonggak Energi di Balik Misi Pemadaman Karhutla

Kota Palembang
6 min read
Sukoco dan Avtur: Tonggak Energi di Balik Misi Pemadaman Karhutla
Toni Sukoco, Refueling Operator di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat mengisi avtur maskapai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • AFT SMB II Palembang menopang operasi udara penanganan karhutla Sumsel, memasok avtur untuk pesawat patroli, operasi modifikasi cuaca, serta lima helikopter water bombing.
  • Refueling Operator Sukoco menjalankan pengisian avtur sesuai SOP keselamatan, pelatihan, dan sertifikasi berkala; pekerjaan tetap berlangsung bergilir, kecuali dihentikan saat petir besar.
  • Pasokan avtur AFT SMB II berasal dari Kilang Plaju melalui jaringan pipa dan distribusi darat, didukung ketahanan pasok berlapis, fasilitas penyimpanan, serta sistem pengisian digital PADMA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Semringah senyum Sukoco tak mampu membasuh lesu. Raut wajah tanpa menunjukkan peluh jadi penanda, dirinya enggan terlihat mengeluh. Sukoco siang itu, pada pertengahan September 2026 di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, berjibaku tangguh.

Dia serius menatap nozzle yang terkunci sempurna. Pijakan kakinya pada lift platform di sisi sayap maskapai jadi tonggak proses penyaluran avtur dari tangki penyimpanan Pertamina di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang terdistribusi tanpa cela.

"Mau hujan panas, cuaca gelap sampai ada petir, harus tetap menyalurkan avtur on time. Tapi kalau ada petir besar, kita harus setop karena sudah SOP dan membahayakan. Penyaluran avtur saat petir besar bikin listrik statis dan risiko untuk Refueling Operator (operator)," ujar pemilik nama lengkap Toni Sukoco ini.

Melalui hydrant dispenser atau kerap disebut mobil dispenser avtur, Sukoco menyiapkan diri menuju tangga mekanis. Sekuat tenaga tangannya memegang selang agar aliran avtur tersalurkan sesuai permintaan maskapai.

"Cukup berat ya, 7 sampai 10 kilogram (selang), kalau panjang selang dari truk besarnya bisa ke integral fuel tank atau tangki integral di sisi sayap sekitar 1 meter. Tapi harus naik dulu (operator) dengan tangga mekanis namanya, tinggi dari dasar sekitar 4 meter. Tapi ini panjang dan berat ukuran (selang) tergantung maskapai Airbus atau Boeing," jelasnya.

Sukoco mengaku, setiap pengisian avtur operator telah disiapkan dengan kemampuan sertifikasi dan pelatihan sesuai prosedur oleh Pertamina Patra Niaga, sehingga tiap penyaluran bahan bakar dipastikan berdasarkan standar dengan mekanisme distribusi optimal.

"Kita kerja shift, jadi walaupun tanggal merah atau lebaran saat tugasnya jaga, kerja, kita tidak libur. Keluarga juga udah paham. Soal risiko kerja, saat pengisian (avtur) ini blind spot dari truk besar ke tangga mekanis yang harus sambil megang selang diarahkan ke tangkinya," kata pria asal Sugihwaras itu.

Sudah belasan tahun sejak 2011 bertugas sebagai Refueling Operator, pengalaman paling berkesan ketika bekerja adalah melihat semua pegawai Pertamina konsisten dan bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna.

Semua hal, katanya, diperhatikan teliti, baik dalam skala perhitungan, tanggung jawab, maupun kesiapan kerja, hingga memastikan seluruh pasokan dan stok avtur terpenuhi.

"Pertamina juga memastikan keamanan kerja karyawan. Kita juga operator ini tiap dua tahun harus upgrade skill dan sertifikasi, istilahnya. Selama di sini, alhamdulillah belum ada hal buruk (kecelakaan kerja), jangan sampai," kata dia.

Ketika proses pengisian avtur, rata-rata satu maskapai membutuhkan 2-3 ribu kiloliter. Kebutuhan itu sudah diperhitungkan oleh petugas lainnya. Sehingga dipastikan kebutuhan maskapai tidak akan kurang maupun berlebih.

"Kebutuhan avtur ini sudah dihitung berdasarkan rute dan perjalanan penerbangan dalam sekali terbang. Termasuk bila ada kebutuhan permintaan pengisian avtur helikopter untuk penanganan karhutla," ujar Sukoco.

  1. Avtur dari AFT SMB II Palembang memenuhi bahan bakar dan energi dalam penanganan karhutla

    AFT Manager SMB II Palembang, Markani, dalam potret dokumentasi oleh IDN Times Feny Maulia Agustin.
    AFT Manager SMB II Palembang, Markani (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    AFT Manager SMB II Palembang, Markani, mengatakan, Pertamina Patra Niaga juga memastikan avtur dalam proses pemadaman karhutla dari udara melalui penerbangan helikopter water bombing.

    "Kita juga dari AFT SMB II jadi tulang punggung energi seluruh operasional udara termasuk untuk pemadaman karhutla Sumsel. Tanpa avtur yang disalurkan oleh operator di lapangan, pesawat dan helikopter tidak bisa patroli, melakukan proses hujan buatan dan water bombing," kata dia.

    Berdasarkan data 2 September 2026, jumlah hotspot per bulan di Sumsel mencapai 23.484 titik dan avtur di AFT SMB II mengakomodir semua kebutuhan transportasi udara untuk memadamkan lokasi hotspot.

    Dari laporan, avtur di AFT SMB II Palembang memenuhi kebutuhan untuk 1 unit pesawat Cessna sebagai transportasi patroli dan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), 1 unit helikopter patroli tipe AS365 N2, kemudian 5 unit helikopter water bombing meliputi 3 unit tipe UH-60 dan 2 unit MI-8 dengan registrasi N360UH, VH-UHG, VH-8UL, RA-22747, UR-VBC.

  2. Proses distribusi avtur dari Kilang Plaju hingga ke AFT Sultan Mahmud Badaruddin II

    IMG-20261027-WA0088.jpg
    Toni Sukoco, Refueling Operator di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat mengisi avtur maskapai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Secara rantai pasok, avtur AFT SMB II bersumber dari Refinery Unit III Plaju yang dialirkan melalui pipa 8 inci sepanjang 1,5 kilometer dengan flow rate 144 KL per jam menuju Integrated Terminal Palembang berkapasitas 2 x 1.000 KL. Selanjutnya didistribusikan melalui bridger sejauh 27 kilometer ke AFT SMB II.

    Lebih lanjut, Markani menyampaikan, AFT SMB II memiliki ketahanan pasok berlapis, meliputi jalur reguler dari IT Pulau Layang Palembang dengan waktu tempuh 4 jam, jalur alternatif dari IT Teluk Kabung Padang sejauh 779 kilometer dengan waktu tempuh 4 hari, serta jalur darurat dari SHAFTHI Jakarta sejauh 539 kilometer melalui darat dan laut dengan waktu tempuh 3 hari.

    Sedangkan, fasilitas di AFT SMB II ada 4 unit vertical tank 200 KL, 6 unit product pump, 6 unit filter water separator, 2 unit drain tank, dan 6 unit refueler dengan kapasitas 12 KL hingga 40 KL dengan coverage 7 hari.

    Dari sisi bisnis, AFT SMB II melayani penerbangan komersial dengan pangsa pasar didominasi Lion Group 67 persen, kemudian penerbangan haji 11 persen, Garuda Indonesia 7 persen, operasional TNI-Polri 4 persen, dan Citilink 4 persen.

    "Tren penjualan (Avtur) pascapandemi COVID-19 menunjukkan pemulihan," kata dia.

    Diketahui, market share avtur sempat anjlok ke 9.213 KL pada 2021 dari 40.255 KL pada 2019 dan penjualan mulai naik menjadi 12.539 KL pada 2022 dan menyentuh 25.254 KL pada 2023, mencapai 31.628 KL pada 2024, kemudian di angka 34.437 KL pada 2025 dan per Agustus 2026 realisasi penjualan tercatat 19.394 KL.

    Dalam langkah meningkatkan layanan, Pertamina Patra Niaga menerapkan Digital Refuelling Operation melalui sistem PADMA (Pertamina Aviation Fuel Delivery Management). Maskapai melakukan request fuel melalui tablet, diteruskan ke Pertamina Command Centre, kemudian di-assign kepada Refuelling Operator di lapangan untuk proses pengisian hingga pencetakan fuel ticket secara digital.

    “AFT SMB II memastikan energi untuk penerbangan komersial dan misi kemanusiaan penanganan Karhutla tetap tersalurkan,” ujar Markani.

  3. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel pastikan pasokan avtur aman dalam penanganan operasional Karhutla

    Toni Sukoco, Refueling Operator di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat mengisi avtur maskapai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
    Toni Sukoco, Refueling Operator di AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat mengisi avtur maskapai (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan, kesiapan avtur dalam penanganan karhutla dilakukan melalui AFT Sultan Mahmud Badaruddin II.

    "Di tengah tantangan penanganan karhutla, kesiapan dukungan dari setiap lini menjadi penting. Melalui AFT SMB II, Pertamina Patra Niaga memastikan avtur tersedia dan layanan pengisian siap mendukung kebutuhan operasional helikopter pemadaman karhutla," katanya.

    Menurut dia, operasi udara memiliki peran strategis dalam penanganan karhutla, terutama ketika kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat dan jangkauan pemadaman yang lebih luas.

    "Karhutla bukan persoalan satu pihak. Ada banyak unsur yang bergerak bersama di lapangan, termasuk dukungan operasi udara. Kami (Pertamina) mengambil bagian dari kesiapan layanan avtur di AFT SMB II," jelas dia.

    Lanjut Rusminto, layanan aviasi di AFT SMB II mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, keandalan pasokan, dan kepatuhan terhadap standar operasional.

    Kesiapan personel, katanya, meliputi sarana dan fasilitas pengisian avtur. Pertamina berkomitmen menjaga layanan optimal sesuai kebutuhan penerbangan.

    "Kami akan terus menjaga kesiapan AFT SMB II dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memenuhi semua kebutuhan energi," kata Rusminto.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More