Bupati OKI Minta Polisi Usut Video Viral Dugaan Pembakaran Lahan

Bupati OKI Muchendi Mahzareki meminta polisi menyelidiki video viral yang diduga memperlihatkan dua pria membakar lahan, termasuk memastikan lokasi dan identitas mereka.
Rekaman drone yang disebut diambil 22 Oktober 2026 menampilkan dua pria bersepeda motor tanpa pelat di area lahan terbakar; narasi unggahan menyebut Desa Belanti.
Hujan mulai mengguyur OKI dan hotspot dilaporkan menurun, tetapi penanganan karhutla tetap berjalan karena 47 persen wilayah OKI berupa lahan gambut.
Palembang, IDN Times - Video dua pria diduga membakar lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, beredar di media sosial. Bupati OKI Muchendi Mahzareki meminta kepolisian menindaklanjuti rekaman tersebut untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
Muchendi mengatakan, telah menyampaikan informasi yang beredar itu kepada Kapolres OKI. Ia menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum (APH), termasuk untuk memastikan lokasi kejadian dan identitas kedua pria dalam video.
"Saya sudah menyampaikan kepada bapak Kapolres untuk menindaklanjuti informasi dari media sosial. Kita serahkan kepada pihak APH untuk menyelidiki," jelas Muchendi, Selasa (27/10/2026).
1. Dua pria terekam di area lahan terbakar

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Dalam video yang beredar, dua pria terlihat berboncengan mengendarai sepeda motor tanpa nomor plat kendaraan dan berada di area lahan yang diduga menjadi lokasi pembakaran.
Rekaman yang disebut diambil menggunakan drone, Kamis (22/10/2026) itu memperlihatkan keduanya berada di sekitar lahan yang terbakar. Mereka juga terlihat sesekali menunduk di bagian bawah lahan.
"Ini lagi merekam, kelihatan mukanya (wajah), kelihatan. Itu jadi takut dia," ungkap perekam video.
2. APH disebut sedang selidiki kasus pembakaran itu

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Dalam narasi unggahan media sosial, peristiwa tersebut disebut terjadi di Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI. Meski video itu telah beredar di media sosial, lokasi kejadian serta aktivitas kedua pria masih di dalami.
Menurut Muchendi, hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi dalam rekaman tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah kedua pria yang terekam merupakan warga setempat atau berasal dari daerah lain.
"Kita belum tahu di mana lokasinya, tetapi sudah diinformasikan untuk segera diselidiki apakah itu warga masyarakat setempat atau bukan. Harapan kita ketemu dan tentu bisa terungkap," katanya.
3. Berharap hujan dapat basahi gambut di OKI

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI) Muchendi menambahkan, wilayah OKI mulai diguyur hujan secara merata. Ia berharap hujan tersebut dapat membasahi kawasan gambut sehingga kebakaran yang terjadi dapat ditekan dan tak menyebabkan asap kebakaran terbawa angin ke Palembang.
"Kita belum bisa pastikan kebakaran sudah habis karena 47 persen lahan di kabupaten OKI itu adalah gambut. Jadi, kita pastikan sampai dengan selesai bahwa apinya harus benar-benar padam," katanya.
Di tengah hujan yang mulai mengguyur wilayah OKI, jumlah titik panas atau hotspot juga dilaporkan menurun. Muchendi menyampaikan, informasi penurunan hotspot tersebut diperolehnya dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni saat ratas di Griya Agung Palembang.
Muchendi mengatakan, penanganan karhutla akan terus dilakukan meskipun hujan sudah turun di sebagian besar wilayah OKI.
"Berdasarkan data Sipongi ada penurunan titik panas. Termasuk laporan pak menteri tersisa 2 hotspot kita belum tahu dimana," jelasnya.





















