Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Turun di OKI, Bupati Muchendi Pastikan Pemadaman Karhutla Berlanjut

Kota Palembang
2 min read
Hujan Turun di OKI, Bupati Muchendi Pastikan Pemadaman Karhutla Berlanjut
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Hujan mengguyur sebagian besar wilayah OKI dan diharapkan membantu penanganan karhutla, terutama di area gambut, meski Cengal baru tiga desa yang dilaporkan menerima hujan.

  • Pemerintah OKI tetap memantau dan memadamkan titik kebakaran karena hujan belum menjamin api padam seluruhnya, terutama karena 47 persen wilayah kabupaten berupa lahan gambut.

  • Jumlah hotspot di OKI dilaporkan menurun berdasarkan data Sipongi dan informasi Menteri Kehutanan, dengan dua titik panas tersisa yang lokasinya belum diketahui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchmendi Mahzareki mengungkapkan, hujan telah mengguyur hampir seluruh kabupaten OKI. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu penanganan karhutla terutama di lokasi kebakaran lahan yang berada di area gambut.

Muchendi mengatakan, laporan mengenai kondisi hujan di wilayah OKI diterimanya dari para camat dan kepala desa. Secara keseluruhan, hujan sudah mengguyur sebagian besar wilayah kabupaten, meski masih ada daerah yang belum mendapatkan curah hujan merata.

"Alhamdulillah secara keseluruhan Kabupaten OKI sudah turun hujan," ungkap Muchendi, kepada awak media, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Kecamatan Cengal baru tiga desa diguyur hujan

    Potret Bupati OKI Muchendi Mahzareki dalam dokumentasi yang dikreditkan kepada IDN Times, Rangga Erfizal.
    Bupati OKI, Muchendi Mahzareki (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kondisi ini menjadi perhatian di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah OKI. Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, Pampangan, Pedamaran, dan Tulung Selapan termasuk wilayah yang terdampak karhutla di kabupaten tersebut.

    Meski hujan mulai turun, pemerintah daerah belum memastikan seluruh kebakaran telah padam. Penanganan di lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.

    "Hujan hampir merata di seluruh OKI, namun di Kecamatan Cengal baru tiga desa yang dilaporkan mengalami hujan," jelasnya.

    Menurutnya, hujan yang turun belum bisa dijadikan patokan bahwa seluruh titik kebakaran sudah padam. Pemerintah masih melakukan pemantauan dan pemadaman untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman.

  2. 2. Sebanyak 47 persen wilayah OKI merupakan lahan gambut

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Muchendi menjelaskan, penanganan karhutla akan terus dilakukan mengingat potensi kebakaran masih dapat terjadi. Kondisi tersebut membuat pemerintah belum bisa memastikan kebakaran benar-benar selesai hanya berdasarkan turunnya hujan.

    "Kita belum bisa memastikan kebakaran sudah habis karena 47 persen lahan di Kabupaten OKI itu adalah gambut. Jadi, kita pastikan sampai dengan selesai bahwa apinya harus benar-benar padam," katanya.

  3. 3. Hotspot di OKI dilaporkan menurun

    Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang
    Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Di tengah hujan yang mulai mengguyur wilayah OKI, jumlah titik panas atau hotspot juga dilaporkan mengalami penurunan. Muchendi menyampaikan bahwa informasi penurunan hotspot tersebut diperolehnya dari Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, saat rapat terbatas di Griya Agung Palembang. Muchendi mengatakan, penanganan karhutla akan terus dilakukan meskipun hujan sudah turun di sebagian besar wilayah OKI.

    "Berdasarkan data Sipongi, ada penurunan titik panas. Termasuk laporan Pak Menteri, tersisa 2 hotspot kita belum tahu di mana," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More