Penampakan Anakan Lutung yang Ditemukan Warga Prabumulih, Kini Diserahkan ke Punti Kayu

Warga menyerahkan anakan lutung kelabu berusia tiga bulan yang ditemukan sendirian kepada PRS Punti Kayu Palembang, setelah pelapor mengetahui satwa tersebut dilindungi.
Petugas BKSDA Sumsel mengevakuasi lutung pada 20 Oktober 2026. Pemeriksaan awal menunjukkan fisiknya cukup sehat, tetapi masih stres, sedikit menyusu, dan kurang aktif.
Populasi lutung kelabu di Sumsel belum diketahui pasti dan diperkirakan berkurang. BKSDA mengimbau pelaporan temuan satwa dilindungi untuk rehabilitasi sebelum pelepasliaran.
Palembang, IDN Times - Seekor anakan lutung kelabu atau Trachypithecus cristatus diserahkan warga ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang. Lutung tersebut ditemukan oleh seorang petani asal Prabumulih bernama Solah dalam kondisi sendirian dan diduga terpisah dari kelompoknya, Sabtu (17/10/2026).
"Anakan lutung kelabu ini terpisah dari induk dan kelompoknya. Kemudian ditemukan warga dan sekarang sudah direhab di Punti Kayu Palembang," ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto, Senin (26/10/2026).
1. Tim lakukan evakuasi ke pusat rehabilitasi

Anakan lutung kelabu atau Trachypithecus cristatus yang ditemukan masyarakat (Dok: BKSDA Sumsel) Daniwari menjelaskan, bahwa lutung kelabu tersebut dievakuasi oleh petugas Selasa (20/10/2026) untuk dibawa ke pusat rehabilitasi. Lutung berusia tiga bulan tersebut diketahui awalnya diselamatkan oleh Solah untuk dirawat.
Dirinya sempat berupaya untuk melakukan perawatan terhadap lutung itu dan mencari tahu hewan apa yang ditemukan. Setelah mengetahui bahwa hewan tersebut merupakan lutung yang dilindungi, ia langsung melakukan pelaporan.
"Dari temuan itu, tim langsung melakukan evakuasi dan membawa lutung kelabu untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
2. Lutung disebutkan alami stres

Anakan lutung kelabu atau Trachypithecus cristatus yang ditemukan masyarakat (Dok: BKSDA Sumsel) Hasil observasi awal menunjukkan kondisi fisik anakan lutung tersebut cukup sehat. Meski begitu, satwa ini masih menunjukkan tanda-tanda stres, dengan asupan susu yang sedikit dan aktivitas yang rendah. Kondisi tersebut membuat anak lutung masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Kondisinya cukup sehat, hanya sedikit stres, menyusu sedikit dan terpantau kurang aktif," ujarnya.
3. BKSDA belum tahu berapa populasi lutung

Anakan lutung kelabu atau Trachypithecus cristatus yang ditemukan masyarakat (Dok: BKSDA Sumsel) Daniwari menyebutkan, jumlah populasi lutung kelabu di Sumsel hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, keberadaan satwa tersebut diperkirakan semakin berkurang sehingga perlu mendapat perhatian untuk menjaga kelestariannya.
Habitat lutung kelabu di Sumsel tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Lahat, Ogan Ilir, Muara Enim, hingga kawasan pinggiran Kota Palembang. Sejak 2024, BKSDA Sumsel telah menerima dua kali penyerahan anakan lutung kelabu dari masyarakat.
BKSDA Sumsel mengajak masyarakat untuk segera melaporkan temuan satwa liar yang dilindungi. Langkah ini diperlukan agar satwa dapat memperoleh penanganan yang tepat sesuai kondisinya.
"Kami upayakan rehabilitasi dan nantinya dilepasliarkan ke habitatnya," jelas Daniwari.
























