Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Merata di Sumsel, Herman Deru Klaim Hotspot Karhutla Tersisa Dua

Kota Palembang
2 min read
Hujan Merata di Sumsel, Herman Deru Klaim Hotspot Karhutla Tersisa Dua
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan hotspot di wilayahnya tersisa dua titik, sambil meminta semua pihak menjaga agar tidak berkembang menjadi titik api.

  • Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dijalankan sesuai situasi lapangan dan kondisi cuaca, dengan mempertimbangkan perkembangan terkini di Sumsel.

  • Pemerintah mengerahkan dua pesawat Hercules untuk menyemai garam pada awan yang memenuhi kriteria; hujan dilaporkan turun hampir merata di Sumsel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menyebut jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau di wilayahnya kini semakin menurun. Dalam rapat terbatas yang dilakukan di Griya Agung Palembang bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Deru mengklaim titik panas tersisa dua titik.

"Hotspot kita tinggal dua. Mudah-mudahan tidak ada yang menjadi firespot (titik api). Ini sudah sesuai dengan amal, perbuatan, dan doa. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk satgas doa, darat dan udara. Semoga gambut kita tetap terjaga kelembapannya," ungkap Herman Deru, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Pelaksanaan OMC menyesuaikan situasi Sumsel

    Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Kota Palembang dan membatasi jarak pandang.
    Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Herman Deru mengatakan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan terus dilakukan menyesuaikan situasi dan kondisi yang dihadapi Sumsel. Menurutnya, kondisi cuaca dan perkembangan di lapangan menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi tersebut.

    "Untuk pelaksanaan OMC, itu bergantung pada situasi yang dihadapi," katanya.

  2. 2. Syukuri awan hujan yang ada di Sumsel

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Ia juga menyampaikan bahwa kondisi awan yang mengandung air patut disyukuri. Informasi tersebut, menurutnya, telah disampaikan oleh Kepala BMKG ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumsel.

    "Menurut laporan BMKG, ini patut kita syukuri karena awan kita mengandung air. Saat kabut terakhir, Kepala BMKG sudah menyampaikan bahwa awan tersebut mengandung uap air," ujarnya.

  3. 3. Hujan turun hampir merata di Sumsel

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Herman Deru menjelaskan, pemerintah terus berupaya memancing awan hujan melalui OMC dengan menaburkan natrium klorida (NaCl) atau garam ke awan yang memenuhi kriteria penyemaian. Menurutnya, hingga kemarin dua pesawat Hercules telah dikerahkan untuk menaburkan garam dalam pelaksanaan OMC.

    "Waktu kita kabut terakhir itukan sudah disampaikan oleh kepala BMKG bahwa itu mengandung uap air meski banyak yang menyangkal (upaya). Itu kita juluk dalam bahasa Palembang apa sih dalam bahasa Jawa senggek, dalam bahasa Indonesia kita jemput hujan melalui OMC," ujar Herman Deru.

    Deru menilai, hujan dan upaya penanganan yang hari ini dilakukan Sumsel tidak akan terjadi kalau tidak ada izin dari Tuhan.

    "Alhamdulillah, Tuhan memberkahi upaya kita sehingga hujan turun hampir merata. Apa pun upaya yang kita lakukan, hasil akhirnya tetap merupakan kehendak Allah," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More