Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Muba Gelar Tatap Muka Terbatas

Satuan pendidikan diharapkan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di lingkungan sekolah
Disdikbud mengimbau agar sekolah mengoptimalkan fungsi UKS, memantau kondisi kesehatan warga sekolah, serta meningkatkan koordinasi dengan orang tua
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik
Musi Banyuasin, IDN Times - Meskipun kualitas udara di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih berada di kategori tidak sehat, namun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah menunjukkan angka 111 pada Selasa (27/10/2026) pukul 06.00 WIB. Angka tersebut menurun signifikan dalam sepekan ini, setelah beberapa wilayah di Bumi Serasan Sekate tersebut diguyur hujan ringan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Muba kini mempertimbangkan pembelajaran tatap muka terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi kelompok rentan. Beberapa sekolah di sejumlah kecamatan yang memiliki nilai ISPU rendah mulai aktif kembali setelah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 1 bulan.
1. PJJ bisa digelar bagi kelompok rentan dan situasional

Bupati Muba saat meninjau kegiatan PTM di SDN 11 Sekayu. (Dok. Pemkab Muba) Kepala Disdikbud Muba, Yayan, mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pencemaran udara serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
"Satuan pendidikan diharapkan menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di lingkungan sekolah. Termasuk mempertimbangkan pembelajaran tatap muka terbatas. PJJ bisa digelar bagi kelompok rentan dan situasional apabila kualitas udara kembali memburuk," ujarnya, Selasa (27/10)2026).
2. Disdikbud mengimbau agar sekolah mengoptimalkan fungsi UKS

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani) Yayan juga mengimbau agar sekolah mengoptimalkan fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) memantau kondisi kesehatan warga sekolah. Serta meningkatkan koordinasi dengan orang tua dalam melindungi anak dari paparan polusi udara.
"Mari bersama-sama menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Kesehatan dan keselamatan warga sekolah adalah prioritas bersama," tegas Yayan.
3. Jadwal sekolah diubah dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani) Menindaklanjuti surat imbauan Kepala Disdikbud Kabupaten Muba Nomor: B-100.3.4/4414/DIKBUD/2026 tentang penyesuaian pembelajaran sebagai dampak pencemaran udara, serta dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan kesiapan satuan pendidikan, maka kegiatan pembelajaran tatap muka di SD Negeri 8 Sekayu akan mulai dilaksanakan, Rabu, (28/102026).
"Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap memperhatikan perkembangan informasi kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik. Apabila terdapat perubahan kebijakan, pihak sekolah akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada orang tua murid," jelas Kepala SD Negeri 8 Sekayu, Susilo.
Dikarenakan kabut asap masih menyelimuti udara saat pagi hari, maka jadwal masuk sekolah diubah pukul 08.00-10.45 WIB untuk Senin-Kamis. Khusus Jumat masuk pukul 08.00-09.40 WIB.
"Seluruh peserta didik diharapkan kembali mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang akan disampaikan oleh pihak sekolah. Mengingat kondisi kualitas udara yang masih perlu diwaspadai, orang tua murid diimbau untuk tetap memperhatikan kesehatan anak, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta membiasakan penggunaan masker apabila diperlukan," ucap Susilo.






















