Harga Emas Palembang Stabil Rp14 Jutaan Sesuku, Apa Penyebabnya?

Harga emas perhiasan di Palembang pada 19 Oktober 2026 stabil di kisaran Rp14 jutaan per suku atau 6,7 gram, berdasarkan penjualan di Toko Laris dan Mulia Gold PTC Ma.
Pengamat menyebut stabilitas harga dipengaruhi penawaran dan permintaan yang konsisten, sementara fluktuasi emas juga terkait inflasi ekonomi global serta tingginya permintaan pasar.
Masyarakat diimbau tidak terburu-buru membeli emas karena tren, sebab pembelian ikut-ikutan dapat mendorong harga melonjak seperti saat mencapai Rp17 juta per suku pada Januari 2026.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang hari ini, Senin (19/10/2026), terpantau stabil di angka Rp14 jutaan per suku setara 6,7 gram. Harga itu dijual di Toko Laris dan Mulia Gold PTC Ma. Namun, perlu diketahui, harga emas tiap toko dan daerah berbeda-beda. Lalu, apa yang menyebabkan harga emas stabil?
1. Permintaan emas di pasar cenderung konsisten

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Vaibhav Nagare) Menurut pengamat ekonomi Sumatera Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang,Sri Rahayu, faktor emas tak goyah dan stabil dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan di pasar yang juga konsisten.
"Kenaikan harga emas dipengaruhi permintaan, faktor supply-demand. Jika harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," katanya, dikonfirmasi IDN Times.
2. Penawaran pasar memengaruhi harga emas

ilustrasi perhiasan di era modern (pixabay.com/Gao Vang) Sementara itu, kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kestabilan harga emas juga dipengaruhi oleh inflasi ekonomi dunia dan faktor permintaan di pasaran. Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun, meski harga emas turun, ekonomi daerah tetap berpotensi terdampak inflasi global.
"Harga emas dipengaruhi karena kondisi penawaran dan permintaan," kata dia.
3. Harga emas sempat melonjak Rp17 juta per suku

ilustrasi perhiasan (magnific.com/bearfotos) Soekanto menyampaikan bahwa langkah penting untuk menjaga harga emas tetap dan tidak naik secara signifikan adalah dengan tenang menghadapi perang harga, dan masyarakat tidak perlu terburu-buru membeli emas. Apalagi, membeli emas karena tren bukan tujuan investasi.
Biasanya, lanjut Soekanto, jika masyarakat membeli emas hanya untuk 'ikut-ikutan', hal itu bisa menyebabkan harga emas terus melambung dengan kenaikan tinggi. Apalagi, harga emas sempat melonjak tajam pada Januari 2026 hingga tembus Rp17 juta per suku.




















