Ekshumasi Makam Napi Lapas Banyuasin Ungkap Dugaan Kekerasan

- Tim forensik RS Bhayangkara Palembang melakukan ekshumasi jasad narapidana Sandi atas permintaan keluarga untuk memastikan penyebab kematian yang diduga tidak wajar.
- Sebelum meninggal, Sandi sempat menelepon ibunya soal rencana kebebasan, namun kemudian ditemukan tewas dengan luka di beberapa bagian tubuh.
- Keluarga berharap keadilan ditegakkan, sementara kasus kematian Sandi kini ditangani Polsek Talang Kelapa dan masih dalam tahap penyelidikan.
Palembang, IDN Times - Makam milik Sandi (29) narapidana Lapas Narkotika Kelas IIB Serong, Banyuasin dibongkar oleh Forensik RS Bhayangkara Palembang. Ekshumasi merupakan permintaan pihak keluarga untuk memastikan penyebab kematian korban yang diduga tidak wajar.
"Hasil visum awal sudah keluar dan ditemukan tanda-tanda kekerasan. Untuk memperkuat hasil tersebut, hari ini dilakukan autopsi dengan ekshumasi," ungkap kuasa hukum keluarga korban Anto Astari, Senin (30/3/2026).
1. Korban sempat kabarkan orang tua karena akan bebas

Ditempat yang sama, ayah korban, Arifin, masih tak menyangka anaknya meregang nyawa dalam proses menjalani hukuman. Pasalnya, sebelum dikabarkan meninggal dunia, sang anak sempat menelepon ibunya untuk mengabarkan rencana kebebasan dirinya pada Selasa, 10 Maret.
"Dua jam sebelum dikabarkan meninggal, anak saya sempat menelepon ibunya dan bilang akan bebas 10 April," jelasnya.
Tak lama dari kabar tersebut, pihak keluarga kembali mendapat kabar mengejutkan, sang anak dilarikan ke IGD RSUD Sukajadi. Saat korban dibawa ke RS, diduga korban sudah meninggal dunia.
"Ada luka pada tubuh, di antaranya memar di bagian telinga, wajah, hidung, tangan, hingga kaki," jelasnya.
2. Ibu korban berharap ada keadilan untuk anaknya

Senada ibu korban, Jamilah mengaku tak terima dengan kematian janggal anaknya Sandi. Dirinya berharap hasil ekshumasi dapat mengungkap penyebab kematian sang anak, dan pelaku dapat diproses secara hukum.
"Ungkapkanlah ya Allah, tunjukkan keadilan untuk anakku," jelasnya.
3. Proses hukum ditangani Polsek Talang Kelapa

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan untuk penanganan kasusnya di Polsek Talang Kelapa karena laporan pihak keluarga di Polsek.
"Saat ini masih kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Awalnya pihak keluarga menolak untuk diautopsi," jelasnya.


















