Kronologi TNI Tembak TNI di Palembang, Cekcok Berujung Maut

- Insiden penembakan antar anggota TNI di Palembang terjadi setelah cekcok pribadi di sebuah kafe, menewaskan Pratu Ferischal akibat luka tembak di perut yang dilakukan Sertu MRR.
- Pomdam II/Sriwijaya bergerak cepat menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti senjata api rakitan, serta memeriksa 21 saksi dan rekaman CCTV untuk mengungkap kronologi kejadian.
- Hasil otopsi menunjukkan korban meninggal karena pendarahan berat, sementara penyidikan terhadap MRR dan DS terus berlanjut sesuai prosedur hukum militer dan kepolisian.
Palembang, IDN Times - Insiden berdarah terjadi antaranggota TNI Angkatan Darat di Palembang. Seorang anggota Kesdam bernama Pratu Ferischal (23), tewas setelah diduga ditembak rekannya, berinisial MRR atau Ronal (23).
Peristiwa tersebut berlangsung di tempat hiburan malam Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, pada 16 Mei 2026. Kronologi kejadian berujung maut terjadi pada dini hari. Insiden bermula dari cekcok dan perselisihan keduanya.
"Terjadi cekcok antara Pratu BI dan Sertu MRR, anggota satuan Raider. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Persoalan bermula dari masalah pribadi yang berujung perkelahian," ujar Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, saat konferensi pers, Minggu (17/5/2026).
1. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam

Kejadian ini diawali adu mulut yang membuat MRR merasa terpojok. Akibat rasa tak nyaman, MRR diduga mengeluarkan senjata api rakitan dan melepaskan tembakan lalu mengenai Pratu Ferischal. Tembakan dilakukan di bagian perut.
"Korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang. Tapi dinyatakan meninggal dunia pukul 03.45 WIB oleh dokter Vena (dokter jaga)," jelas Yordania.
Setelah peristiwa tersebut dilaporkan, Pomdam II/Sriwijaya berhasil menangkap pelaku penembakan kurang dari 24 jam. Penangkapan ini termasuk tersangka yang diduga menyembunyikan barang bukti.
"Dugaan sementara pelaku adalah Sertu MRR dan saudara DS, terduga pelaku yang menyembunyikan barang bukti senpi rakitan," kata dia.
2. Korban tewas akibat pendarahan di luka tembak perut kanan

Ia menyampaikan, Denpom II/4 Palembang telah melakukan olah TKP. Termasuk memeriksa 21 saksi saat kejadian berlangsung. Kemudian sudah dilakukan pengecekan rekaman kamera pengawas sekaligus melakukan pemeriksaan otopsi terhadap korban tewas.
"Dari mengamankan rekaman CCTV, kami juga berkoordinasi dengan RS Bhayangkara untuk otopsi. Dari hasil otopsi, sudah menunjukkan penyebab kematian korban," jelasya.
Sementara kata Yordania, dari hasil pemeriksaan, korban tewas akibat luka tembak di perut kanan bawah hingga menembus hati dan paru lobus kiri. Akibatnya, korban mengalami pendarahan berat.
3. Barang bukti merupakan senjata rakitan jenis korek api

Berdasarkan pemeriksaan otopsi yang dilakukan, proyektil peluru telah dikeluarkan dari tubuh korban dan saat ini sedang menunggu hasil uji balistik Bidlabfor Polda Sumsel.
"Untuk senpi rakitan diketahui jenis korek api. senpi ditemukan di rumah saudara DS, di Kelurahan Srimulya, Sematang Borang pada Sabtu malam pukul 20.15 WIB," jelasnya.
Sedangkan tersangka Sertu MRR, Yordanian menegaskan pelaku sudah berhasil diamankan saat yang bersangkutan berada di area parkir RS Bhayangkara.
"Pelaku beserta para saksi saat ini masih diamankan di Madenpom II/4 dalam keadaan aman untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
4. Proses penyidikan tersangka dalam limpahan

Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan Asintel Kasdam dan Danpomdam untuk menangani kasus secara mendalam sampai dengan tuntas.
"Proses masuk tahap penyidikan terhadap MRR sesegera mungkin berkas perkara dilimpahkan ke Otmil I-05 Palembang dan perkara saudara DS akan dilimpahkan hari ini ke Polrestabes Palembang," ujarnya.
Yordania menambahkan, Kodam II/Sriwijaya komitmen untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum prajurit sesuai prosedur berlaku, serta menjamin transparansibinformasi kepada publik.
"Untuk upacara pemakaman militer almarhum Pratu Ferischal sudah dilaksanakan Sabtu (16/5/2026) sore pukul 17.45 WIB di TPU Sematang Borang," kata dia.



















