5 Fakta Penembakan Sesama Prajurit TNI di Palembang

- Insiden penembakan sesama prajurit TNI di Palembang terjadi setelah cekcok akibat saling bersenggolan di tempat hiburan malam, menewaskan Pratu FS dari Kesdam II/Sriwijaya.
- Pelaku berinisial Serda SN berasal dari Batalyon Raider 200 Gandus, sementara penyelidikan dilakukan Denpom II Sriwijaya dengan memeriksa saksi, CCTV, dan barang bukti.
- Pangdam II/Sriwijaya memerintahkan peningkatan pengawasan terhadap anggota TNI, sedangkan keluarga korban meminta proses hukum dijalankan secara transparan.
Palembang, IDN Times - Sejumlah fakta terungkap dalam kasus penembakan sesama prajurit TNI di salah satu tempat hiburan di Palembang pada Sabtu (16/5/2w026) dini hari.
Insiden yang menewaskan Pratu FS (23) kini dalam penyelidikan aparat Detasemen Polisi Militer (Denpom) II Sriwijaya. Berikut lima fakta kasus penembakan yang dirangkum IDN Times:
1. Dipicu cekcok usai saling bersenggolan

Dari pemeriksaan sementara saksi diduga penembakan terjadi akibat perselisihan kedua anggota TNI di tempat hiburan malam. Saat itu, pelaku dan korban saling bersenggolan di lokasi hingga terjadi perselisihan hingga memanas dan berujung aksi penembakan.
2. Korban dan pelaku berasal dari kesatuan berbeda

Korban diketahui merupakan Pratu FS (23), personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Dankesyah) Kesdam II/Sriwijaya. Sementara pelaku berinisial Serda SN yang bertugas di Batalyon Raider 200 Gandus.
3. Pangdam perintahkan pengawasan satuan diperketat

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya menginstruksikan seluruh komandan satuan meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap anggotanya agar kejadian serupa tidak terulang.
4. Denpom periksa saksi dan telusuri CCTV

Hingga kini Denpom Palembang masih melakukan penyelidikan mendalam. Penyidik memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, menelusuri rekaman CCTV, melakukan autopsi terhadap jenazah korban, hingga mengumpulkan barang bukti.
Selain itu, penyidik juga mendalami isi telepon genggam para saksi dan berkoordinasi dengan Polda Sumsel.
5. Keluarga korban minta kasus diungkap transparan

Keluarga korban mengaku terpukul setelah mengetahui Pratu FS meninggal akibat ditembak sesama anggota TNI. Adik korban, Faradita (19), meminta proses hukum dilakukan secara terbuka.
















