CFD Jembatan Ampera Palembang Jadi Ruang Publik Baru

- CFD Jembatan Ampera Palembang resmi jadi agenda mingguan sejak 17 Mei 2026, menghadirkan suasana meriah dan menjadi ruang publik baru bagi warga menikmati akhir pekan di pusat kota.
- Kegiatan ini dipenuhi aktivitas warga dari berbagai usia, mulai dari olahraga, bermain, hingga berjualan, menciptakan atmosfer hidup dan penuh energi di sekitar ikon Kota Pempek.
- Pemerintah diminta memperkuat komitmen menjaga kebersihan, keamanan, serta menambah fasilitas seperti toilet dan parkir agar CFD tetap nyaman sebagai ruang silaturahmi masyarakat Palembang.
Palembang, IDN Times - Matahari mulai naik, udara segar perlahan mengiringi suasana pagi di Car Free Day (CFD) Jembatan Ampera Palembang. Sekitar pukul 06.00 WIB, jembatan penghubung wilayah Ilir dan Ulu Bumi Sriwijaya lambat laun dipadati warga sekitar.
Momen akhir pekan di Kota Pempek kini jadi lebih meriah. Sebab, CFD sudah ditetapkan pemerintah kota sebagai agenda mingguan. Mulai 17 Mei 2026, kegiatan publik yang menampilkan atmosfer "Osean Manusia" disambut warga dengan berbagai komentar.
1. CFD Palembang jadi energi baru di jantung Kota Pempek

Beberapa warga merasa nyaman. Namun sebagian lain masih melihat CFD sebagai aktivitas yang tak perlu dilanjutkan. Kebahagian sejumlah warga, tampak dari antusias mereka berduyun-duyun datang ke Jembatan Ampera hanya untuk menikmati pemandangan tepian Sungai Musi atau sekedar mengabadikan momen.
Sejumlah orang terlihat bergantian swafoto dengan latar belakang Ampera. Lalu sebagian lainnya ada yang sengaja bersepeda, mencari tambahan pendapatan lewat jualan minuman sambil mengitari kawasan sekitar. Bahkan, tak sedikit terlihat warga yang membawa aksesori unik sebagai perlengakapan Photo Booth.
Sebelum jadi lokasi CFD, Jembatan Ampera yang berdiri sejak 10 November 1995 memang ramai. Tetapi, hiruk pikuk kota hanya dipenuhi aktivitas kendaraan yang lalu lalang. Sekarang, lalu lintas Jembatan Ampera bertransformasi jadi ruang publik yang hidup dan penuh energi mulai pukul 05.30-08.00 WIB tiap hari Minggu.
2. CFD Palembang bernyawa dari suara riang anak-anak yang memadati lokasi

Menariknya tidak saja di atas jembatan, di jalanan dekat bundaran air mancur bertuliskan Palembang Darussalam yang menjadi titik nol Bumi Sriwijaya pun suasana tampak hidup. Terdengar samar-samar musik senam bersahutan dari beberapa titik di bawah jembatan.
Kemudian, warna kota makin bernyawa dari suara anak-anak yang riang. Sebagian dari mereka tampak berlarian sembari memainkan balon, mengayuh sepeda hingga berbondong berjalan santai bersama keluarga maupun orang terkasih di Minggu pagi.
Lalu, sejumlah komunitas olahraga pun tak kalah memadati jalur pedestrian lokasi sekitar. Ada yang jogging dari Ilir ke Ulu dan arah sebaliknya. Aktivitas bersepatu roda juga tampak memeriahkan CFD Jembatan Ampera.
3. CFD Palembang bisa jadi ajang silaturahmi warga di pusat kota

Berkaca dari keramaian warga, Car Free Day di Jembatan Ampera bukan sekadar agenda rutin akhir pekan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan warga, titik silaturahmi dan tempat warga menikmati pusat kota dengan lebih santai dan akrab.
Berada di CFD Jembatan Ampera, ibarat berkumpul tanpa ada sekat. Meski berada keramaian, warga hadir melebur dalam semangat sama. Yakni, menikmati pagi, menjaga kesehatan dan merayakan kebersamaan di ikon kebanggaan Palembang.
Jembatan Ampera mampu menyatukan seluruh suasana. Bukan hanya melahirkan destinasi wisata anyar, keramaian CFD juga membawa berkah bagi pelaku UMKM. Dari sisi kiri sekitar jembatan, tersedia deretan tenda pedagang. Aroma pempek, kop serta aneka jajanan tradisional khas pun cukup menggoda pengunjung yang memadati lokasi.
4. Komitmen pemerintah diperlukan agar CFD Palembang berjalan tertib dan nyaman

Meski secara garis besar, CFD Jembatan Ampera Palembang menciptakan energi positif. Beberapa poin pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi adalah bagaimana pemerintah daerah berkomitmen menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban dan kebersihan di lokasi setempat.
Walau di balik ramainya suasana CFD ditugaskan aparat gabungan yang berjaga di titik strategis. Kehadiran mereka perlu benar-benar dipantau. Apakah mereka bekerja serius atau hanya menjadi tameng tanpa siaga.
Pantauan reporter IDN Times, di lokasi CFD terdapat petugas Dinas Perhubungan yang sibuk mengatur arus lalu lintas sekitar area penutupan jalan. Keberadaan mereka jadi kunci CFD berjalan tertib. Sementara personel Satpol PP berkeliling memantau kepadatan kawasan umum.
5. Sanitasi di CFD Palembang perlu ditambah demi kenyamanan

Sisi lain yang perlu disoroti, di balik tingginya antusiasme warga datang ke CFD Palembang, hal penting harus dibenahi adalah soal fasilitas toilet umum portable. Layanan ini belum sebanding dengan jumlah pengunjung yang terus memadati kawasan CFD.
Tak sedikit warga berharap fasilitas sanitasi bisa ditambah agar pengunjung, terutama anak-anak dan lansia, lebih nyaman selama berada di lokasi. Kemudian, persoalan parkir juga tak luput dari sorotan.
Sejumlah pengunjung berharap tarif parkir dapat diterapkan sesuai ketentuan resmi pemerintah kota. Yakni, Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat. Sehingga, masyarakat tidak merasa keberatan membayar retribusi.
Selanjutnya, penataan parkir pun mesti lebih rapi. Hal ini penting demi menjaga kenyamanan kawasan CFD agar tetap menjadi ruang publik menyenangkan tanpa menimbulkan keluhan. Walau ada beberapa catatan evaluasi, CFD Jembatan Ampera kini sudah berhasil menjadi magnet bagi warga Palembang.
Tak hanya tempat berolahraga, kawasan ini telah menjelma jadi ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan warga. Lewat CFD Jembatan Ampera, ikon Palembang mampu menciptakan kehidupan kota bersamaan warga yang sehat dan keakraban melekat.

















