Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Kecelakaan ALS: Bus Diduga Melaju Kencang Sebelum Tabrak Tangki

Penyebab Kecelakaan ALS: Bus Diduga Melaju Kencang Sebelum Tabrak Tangki
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Polisi menduga sopir bus ALS melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak truk tangki BBM di Muratara, berdasarkan hasil analisa tim Traffic Accident Analysis (TAA).
  • Penyidik menemukan beberapa lubang kecil di jalan lokasi kejadian dan masih menelusuri apakah faktor tersebut atau kecepatan tinggi yang menjadi penyebab utama kecelakaan.
  • Sopir bus ALS berpotensi jadi tersangka, sementara polisi terus memeriksa saksi, kondisi kendaraan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain termasuk perusahaan ALS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Muratara terjadi karena dugaan sopir bus melaju kencang sebelum insiden terjadi.

Dia menyampaikan hasil analisis tersebut berdasarkan penyidikan tim Traffic Accident Analysis (TAA) yang turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara laboratoris dan memastikan penyebab utama kecelakaan.

“Besok tim kami datang lagi ke sana untuk gelar perkara. Penanganan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan," ujarnya, Jumat (15/5/2026).

1. Sebut lubang di lokasi kejadian selebar 5 sentimeter

IMG_20260506_200750.jpg
Penampakan bus ALS usai tabrakan hebat di Sumsel (dok. IDN Times)

Lebih lanjut, Maesa menyebut penyidik masih mendalami sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan sopir bus menghindari lubang di badan jalan hingga akhirnya kehilangan kendali.

Ia mengungkapkan, hasil pengecekan di lokasi menemukan beberapa lubang di ruas jalan dengan ukuran relatif kecil.

“Saya ke sana langsung. Lubangnya cuma sekitar dua sentimeter kedalaman; lebarnya bervariasi, ada empat sampai lima sentimeter. Kurang lebih lima meter ada lubang lagi,” kata dia.

2. Dugaan bus ALS melaju dalam kecepatan tinggi di jalan lurus

IMG_20260506_200801.jpg
Kecelakaan bus ALS di Sumatra Selatan (dok. IDN Times)

Maesa menilai, kondisi lubang masih perlu dikaji mendetail, untuk melihat apakah cukup menjadi penyebab utama kecelakaan atau ada faktor lain seperti kecepatan bus ALS ketika melintas di lokasi kejadian.

“Logika saja, kalau lubang besar mungkin bisa jadi faktor utama. Tapi kalau dua sentimeter, motor bisa lewat. Bisa juga karena kecepatan, karena jalan panjang dan lurus,” jelas dia.

3. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi secara mendalam

Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)

Saat ini, kata Maesa, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi selamat, termasuk kernet bus bernama Fadli yang menyebut bus sempat menghindari lubang sebelum kecelakaan.

“Tapi ini masih perlu diperkuat dengan keterangan saksi lain dan tim ahli,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, polisi juga mendalami kondisi teknis kendaraan. Berdasarkan penyelidikan, perseneling bus ALS di posisi gigi lima saat kejadian berlangsung.

“Kalau dari keterangan, terakhir bus gigi lima berarti kecepatannya tinggi. Tapi ini harus dibuktikan lewat pemeriksaan ahli,” kata dia.

4. Polisi dalam pengembangan penentuan tersangka

Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)

Maesa menegaskan, sopir bus ALS berpotensi menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Namun, penyidik masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut bertanggung jawab.

“Terduga tersangka mengarah ke sopir bus. Tapi nanti kami lihat lagi hasil rekomendasi ahli dan pemeriksaan lainnya. Kalau ada pihak lain, termasuk dari perusahaan ALS, tentu akan kami kembangkan," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More