Buka Lahan, Pekerja di Muba Temukan Tengkorak dan Tulang Manusia

- Pekerja pembuka lahan di Desa Sindang Marga, Bayung Lencir, menemukan tengkorak dan sejumlah tulang diduga manusia di semak belukar pada 14 Agustus 2026.
- Empat pekerja awalnya mengira temuan itu tulang hewan, lalu melapor ke kepala dusun setelah melihat tengkorak manusia dan tidak memindahkan barang dari lokasi.
- Polisi mengamankan TKP, menemukan pakaian serta barang pribadi, lalu membawa tulang-belulang ke RS Bayung Lencir untuk visum; identitas dan penyebab kematian masih diselidiki.
Musi Banyuasin, IDN Times – Sejumlah pekerja sedang membuka lahan di Desa Sindang Marga, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikejutkan penemuan tengkorak dan sejumlah tulang yang diduga merupakan bagian dari kerangka manusia di kawasan semak belukar yang berada di lahan milik warga, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Para pekerja yakni Poniman (45), Miskun (34), Pauji (28) dan Alex (48) saat itu melihat tengkorak yang berada di antara semak-semak. Setelah diperiksa, mereka juga menemukan sejumlah tulang lainnya yang diduga berkaitan dengan temuan tengkorak sebelumnya.
Keempat saksi yang menemukan tulang belulang tersebut kemudian melaporkan temuan itu kepada kepala dusun setempat. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
1. Para pekerja sempat mengira menemukan tulang hewan

Ilustrasi mayat. (IDN Times) Salah satu pekerja, Miskun mengatakan mereka mencurigakan gundukan tanah saat membersihkan lahan. Setelah dicek, ada tulang menyerupai kerangka manusia.
"Sempat kami kira tulang hewan. Waktu cek lebih detail ternyata ada tengkorak kepala manusia. Kami tak berani memindahkannya dari lokasi penemuan dan langsung melapor ke kepala dusun," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
2. Polisi temukan beberapa barang korban di sekitar TKP

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat) Kapolsek Bayung Lencir, AKP Kosim yang menerima langsung memerintahkan Kanitreskrim Ipda Heri Fita bersama anggota Reskrim dan piket SPK mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi petugas kemudian melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan para saksi dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.
"Tim langsung melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Lokasi juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.
Sementara di sekitar TKP, polisi menemukan switer warna hitam bertulis FULLMOND, topi, sebuah dompet kosong merek RJP warna hitam, dan sandal merek Swallow berwarna hitam.
3. Tengkorak dan tulang dibawa ke Rumah Sakit Bayung Lencir

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Mardya Shakti) Kapolsek menambahkan, tengkorak dan tulang-belulang yang ditemukan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayung Lencir untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum.
"Untuk identitas korban, penyebab maupun waktu kematiannya masih dalam proses penyelidikan. Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, jika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri yang sama dapat melaporkan kepada kita," ungkap Kosim.


















