Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Ingin Ada Korban Lagi, Keluarga Hardiansyah Minta Pemerintah Bertindak

Kota Palembang
2 min read
Tak Ingin Ada Korban Lagi, Keluarga Hardiansyah Minta Pemerintah Bertindak
Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Hardiansyah meninggal setelah mengalami sesak napas di tengah kabut asap Palembang pada 2 Oktober 2026. Keluarga meminta pemerintah segera menangani situasi agar tidak ada korban lagi.

  • Rika Yunita menilai asap sangat berbahaya bagi kelompok rentan, terutama penderita asma. Keluarga meminta penanganan dilakukan sebelum kondisi memburuk.

  • Hardiansyah, pengemudi ojol dengan riwayat asma, kerap beraktivitas hingga sembilan jam di luar. Ia mengalami batuk dan sesak, lalu kondisinya memburuk saat asap masuk ke rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Keluarga Hardiansyah meminta pemerintah bergerak menangani kabut asap yang menyelimuti Palembang. Permintaan itu disampaikan setelah Hardiansyah meninggal dunia usai mengalami sesak napas pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Istri korban, Rika Yunita (39), berharap tak ada lagi korban yang berjatuhan, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan. Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinilai menyesakkan dada bagi penderita asma akut seperti Hardiansyah.

"Harapan kita, pemerintah bergeraklah. Jangan sampai ada korban lagi. Cukup kami saja yang merasakan," ungkap Rika kepada IDN Times, Sabtu (3/10/2026).

  1. 1. Keluarga merasa terpukul

    Rika Yunita, istri korban berusia 39 tahun, menceritakan penderitaan suaminya akibat kebakaran lahan.
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kematian Hardiansyah menyisakan duka bagi keluarga. Rika yang berprofesi sebagai bidan mengaku tak sempat memberikan pertolongan terbaik kepada sang suami. Waktu terasa begitu cepat bagi dirinya, mengingat sang suami meninggal begitu cepat.

    Kabut asap yang menembus rumahnya menjadi malapetaka yang memisahkan dirinya dan sang suami untuk terakhir kalinya.

    "Gak ada asma saja sesak, apalagi ada asma," jelasnya.

    Keluarga berharap penanganan kabut asap tidak hanya dilakukan ketika kondisi semakin parah. Mereka meminta pemerintah mengambil langkah agar masyarakat tidak kembali mengalami kondisi serupa.

    Keluarga menilai kondisi udara yang dipenuhi asap sangat berisiko bagi masyarakat, terlebih bagi warga yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.

  2. 2. Korban bekerja sebagai ojol

    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Hardiansyah diketahui memiliki riwayat asma. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pengemudi dengan bergantian menerima orderan Gojek, Grab, dan Maxim menggunakan sepeda motor.

    Aktivitasnya banyak dilakukan di luar rumah. Dalam sehari, Hardiansyah bisa menghabiskan waktu sekitar sembilan jam untuk bekerja. Biasanya, ia keluar sejak pagi, pulang beristirahat pada siang hari, kemudian kembali bekerja pada sore hari.

    Namun, sejak kabut asap menyelimuti Palembang, Hardiansyah mulai mengurangi aktivitas pada malam hari. Keluarga menyebut ia kerap mengeluhkan sesak napas dan batuk setelah beraktivitas di luar.

    “Bapak itu pagi keluar, siang istirahat, sore keluar lagi. Kalau malam jarang keluar, apalagi semenjak kabut asap ini. Sekitar sembilan jam sehari aktivitas di luar,” kata keluarga Hardiansyah.

  3. 3. Sempat curhat dengan kondisi kabut asap

    Rika Yunita, istri korban kebakaran lahan, menceritakan penderitaan suaminya akibat peristiwa tersebut.
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kondisi Hardiansyah kemudian memburuk pada Jumat pagi. Saat itu, ia yang sebelumnya berada di dalam kamar keluar dan mendapati asap di dalam rumah cukup tebal. Setelah dari kamar mandi, Hardiansyah mulai mengeluhkan sesak. Keluarga menyebut serangan asmanya semakin parah hingga ia sempat meminta dipijat oleh sang istri.

    Hardiansyah juga sempat mengeluhkan kondisi kabut asap yang menurutnya mengganggu pernapasan.

    "Ya Allah, saro nian oi, gara-gara kabut ini," kata keluarga, menirukan ucapan Hardiansyah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More