Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Curhat Terakhir Hardiansyah Sebelum Meninggal, Keluhkan Kabut Asap di Palembang

Kota Palembang
2 min read
Curhat Terakhir Hardiansyah Sebelum Meninggal, Keluhkan Kabut Asap di Palembang
Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Hardiansyah, warga Kemas Rindo yang memiliki riwayat asma, mengalami sesak napas saat kabut asap tebal menyelimuti rumahnya dan sempat mengeluhkan kondisi udara.

  • Setelah sesaknya memburuk, Hardiansyah dilarikan keluarga ke IGD RS BARI Palembang pada Jumat pagi, namun meninggal meski telah mendapat penanganan medis.

  • Dinkes Palembang mencatat 125.751 kasus ISPA di Sumsel sepanjang 2026, termasuk 12.589 kasus pada September; puskesmas diminta siaga 24 jam dan layanan ISPA digratiskan di daerah terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

"Ya Allah, saro nian (susah sekali), gara-gara kabut ini."

Palembang, IDN Times - Ratapan pilu itu menjadi kata-kata yang dikenang oleh Rika Yunita (39). Keluhan itu sempat disampaikan Hardiansyah (41) kepada keluarga saat kabut asap menyelimuti rumahnya di kawasan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Jumat 2 September 2026.

Hardiansyah, yang memiliki riwayat penyakit asma, sebelumnya berada di dalam kamar. Namun, ketika keluar kamar, kondisi asap di dalam rumah disebut sudah begitu tebal. Tidak lama kemudian, ia mulai mengeluhkan sesak napas.

Keluarga menyebut kondisi Hardiansyah semakin memburuk setelah keluar dari kamar mandi. Sesaknya semakin parah hingga ia sempat meminta keluarga memijat tubuhnya.

"Asmanya langsung parah. Sempat minta diuruti dan dikeroki," ungkap Rika saat ditemui IDN Times, Sabtu (3/10/2026).

  1. 1. Almarhum sempat bertanya-tanya kapan kabut asap menurun

    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Rika menjelaskan, Hardiansyah memang memiliki riwayat asma. Penyakit tersebut biasanya kambuh ketika tubuhnya kelelahan. Namun, sejak kabut asap menyelimuti Palembang, keluhan sesak disebut semakin sering dirasakan.

    Hardiansyah juga beberapa kali mengeluhkan kondisi kabut asap yang belum juga mereda. Ia bahkan kerap bertanya kapan kondisi udara kembali membaik.

    "Almarhum suka curhat, kapan asap ini menurun? Sering juga mengeluh sakit," ujarnya.

  2. 2. Hardiansyah tak tertolong usai dilarikan ke RS

    Rika Yunita (39), istri korban, menceritakan penderitaan suaminya yang terdampak kebakaran lahan.
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Pada Jumat pagi itu, kondisi Hardiansyah kemudian semakin sulit bernapas. Keluarga langsung membawanya ke IGD RS BARI Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah mendapat penanganan di rumah sakit, nyawa Hardiansyah tidak tertolong.

    "Sempat dipompa dadanya dan disuntik, namun tidak tertolong. Kejadian begitu cepat," jelasnya.

    Keluarga menduga paparan kabut asap memperburuk kondisi asma yang dideritanya. Meski demikian, penyebab medis kematian Hardiansyah tetap perlu merujuk pada keterangan tenaga medis atau pihak rumah sakit.

  3. 3. Tercatat ada 125.751 kasus ISPA di Palembang sampai September

    Rika Yunita, istri korban berusia 39 tahun, menceritakan penderitaan suaminya akibat kebakaran lahan.
    Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kejadian tersebut menambah cerita warga yang merasakan langsung dampak buruk kabut asap yang menyelimuti Palembang dalam beberapa hari terakhir. Bagi keluarga Hardiansyah, kabut yang sebelumnya hanya menjadi keluhan sehari-hari berubah menjadi bagian dari momen terakhir sebelum kepergiannya.

    Dinkes Palembang mencatat, sebanyak 125.751 kasus ISPA terjadi sepanjang 2026. Pihaknya mencatat ada 12.589 kasus ISPA yang terjadi pada bulan September. Sejumlah puskesmas di Palembang diminta beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat, selain gratisnya penanganan ISPA di daerah terdampak kabut asap.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More