Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anak Eks Anggota DPRD Muratara Kabur Dari Tempat Rehabilitasi Narkoba

Kota Lubuk Linggau
Anak Eks Anggota DPRD Muratara Kabur Dari Tempat Rehabilitasi Narkoba
Ilustrasi kabur atau melarikan diri. (IDN Times/ Agung Sedana)
  • Setelah diproses sebagai pengguna, IR kemudian direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani

  • Kejadian bermula ketika ibu IR datang ke yayasan pada Jumat untuk membawa pakaian sekaligus membicarakan rencana perawatan lanjutan

  • IR juga disebut mengancam klien rehabilitasi lain dan petugas menggunakan potongan kayu dari pintu yang telah dirusaknya

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lubuk Linggau, IDN Times –Seorang pria yang diketahui merupakan anak mantan anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara) dilaporkan kabur dari tempat rehabilitasi narkoba di Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. Pria berinisial IR itu baru dua hari menjalani rehabilitasi narkoba di IPWL Yayasan Karunia Insani, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 14.40 WIB. IR melarikan diri setelah mengamuk dan mendobrak pintu ruang observasi di IPWL Yayasan Karunia Insani. Sampai saat ini, keberadaan IR belum diketahui. Pihak yayasan telah berkoordinasi dengan keluarga dan kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

  1. 1. IR direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani

    Ilustrasi narkoba yang menggambarkan zat terlarang untuk melengkapi pemberitaan terkait isu penyalahgunaan narkoba.
    Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Tim pelaksana yayasan, Pras, mengatakan IR baru dititipkan di tempat tersebut pada Kamis (6/8/2026) pagi. IR sebelumnya diringkus Satresnarkoba Polres Musi Rawas Utara di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, terkait kasus narkotika.

    "Setelah diproses sebagai pengguna, ia kemudian direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Lubuk Linggau. Baru dua hari dititipkan di sini oleh pihak Satnarkoba Polres Muratara," ujarnya.

  2. 2. Kejadian bermula ketika ibu IR datang ke yayasan untuk membawa pakaian

    Ilustrasi Narkoba
    Ilustrasi Narkoba (IDN Times/Sukma Shakti)

    Pras menceritakan, kejadian bermula ketika ibu IR datang ke yayasan pada Jumat untuk membawa pakaian sekaligus membicarakan rencana perawatan lanjutan. Keluarga disebut sedang mempertimbangkan untuk membawa IR menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Bengkulu.

    Menurut pihak yayasan, rencana tersebut dibicarakan karena IR menunjukkan gejala depresi yang dikaitkan dengan penggunaan narkoba. Ruangan tempat keluarga berdiskusi disebut tidak jauh dari ruang observasi tempat IR berada.

    "IR kemudian diduga mendengar suara ibunya. Ia beberapa kali meminta bertemu sang ibu. Namun, ibunya memilih tidak menemuinya karena kondisi IR dinilai belum stabil," ungkapnya.

  3. 3. IR kabur setelah pihak yayasan sibuk mengamankan klien rehabilitasi lain

    Ilustrasi narkoba
    Ilustrasi narkoba (IDN Times/Sukma Sakti)

    Situasi kemudian berubah. IR mengamuk dan menendang pintu ruang observasi hingga rusak. Bahkan IR juga disebut mengancam klien rehabilitasi lain dan petugas menggunakan potongan kayu dari pintu yang telah dirusaknya.

    Pihak yayasan kemudian mengamankan klien rehabilitasi lain agar tidak ikut terdampak oleh situasi tersebut. Dalam kondisi itulah IR melihat celah dan berhasil keluar dari tempat rehabilitasi.

    "Pihak yayasan sempat melakukan upaya pengejaran, tetapi keberadaan IR kemudian tidak diketahui. Hingga hari ini, Senin, kami belum mengetahui keberadaannya," ucapnya.

    Setelah kejadian, pihak Yayasan Karunia Insani telah melakukan konsultasi dengan keluarga Irham dan tim kuasa hukum terkait kerusakan fasilitas yang ditimbulkan.

    “Kalau keluarga punya itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, kami terbuka. Karena ini sudah masuk perusakan fasilitas,” tegas Pras.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More