Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fasilitas SPP di Padang Tak Maksimal, Pemkot Rencanakan Perbaikan

Fasilitas SPP di Padang Tak Maksimal, Pemkot Rencanakan Perbaikan
Wali Kota Padang, Fadli Amran mengunjungi lokasi SPP yang tidak optimal (Dok. Pemkot Padang)
Intinya Sih
  • Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyoroti fasilitas Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo yang belum berfungsi maksimal dan meminta OPD segera melakukan langkah konkret perbaikan.
  • Fadly melihat potensi besar kawasan Pasia Nan Tigo untuk menjadi pusat pengolahan ikan kecil dan teri unggulan di Padang dengan dukungan strategi pengembangan dan teknologi pengolahan modern.
  • Pemerintah menekankan pentingnya sertifikasi dan standar mutu produk agar bisa masuk pasar modern, sambil mempersiapkan anggaran perubahan untuk memperbaiki fasilitas serta meningkatkan operasional sentra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Padang, IDN Times - Fasilitas yang ada di Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dinilai masih belum berfungsi dengan maksimal hingga saat ini.

Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat optimalisasi sentra yang seharusnya memiliki potensi besar sebagai pusat pengolahan hasil laut di Kota Bengkoang.

Persoalan tersebut ditemui oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menyambangi Unit Pelaksana Teknis Daerah Sentra Pengolahan Perikanan (UPTD SPP) Pasia Nan Tigo baru-baru ini.

1. Fasilitas tidak optimal

Wali Kota Padang, Fadli Amran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Wali Kota Padang, Fadli Amran (IDN Times/Halbert Caniago)

Fadly melihat sejumlah sarana yang belum memadai, mulai dari selokan, tempat merebus ikan, rumah kaca, hingga fasilitas cold storage yang belum berfungsi optimal. Fadli meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan langkah konkret untuk membenahi kondisi yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu.

"Banyak hal yang saya lihat harus menjadi fokus kita supaya sentra ini betul-betul menjadi alternatif bagi para nelayan dan juga penggiat usaha perikanan," katanya.

Ia juga memastikan berbagai persoalan yang ditemukan akan segera diidentifikasi untuk kemudian dibahas dalam anggaran perubahan untuk menentukan program prioritas perbaikan.

2. Peluang besar yang bisa dikembangkan

Wali Kota Padang, Fadli Amran (Foto: Humas)
Wali Kota Padang, Fadli Amran (Dok. Humas Pemkot Padang)

Menurut Fadly, kawasan Pasia Nan Tigo memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sentra pengolahan ikan unggulan di Kota Padang, khususnya untuk komoditas ikan kecil dan ikan teri.

"Kita optimistis kawasan Pasia Nan Tigo dan Koto Tangah dapat menjadi pusat pengolahan ikan kecil dan ikan teri di Kota Padang. Saya melihat potensinya besar, tinggal bagaimana strategi pengembangannya agar produk-produk di sini bisa menjadi unggulan,” katanya.

Ia menekankan, sentra tersebut harus mampu menjadi solusi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, terutama dalam meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan melalui proses pengolahan di lokasi.

"Tadi saya juga berdiskusi dengan pihak akademisi terkait teknologi pengolahan, sehingga ketika terjadi perubahan cuaca, mutu hasil olahan tetap terjaga secara konsisten," katanya.

3. Harus punya sertifikasi dan standar

Wali Kota Padang, Fadli Amran mengunjungi lokasi SPP yang tidak optimal (Foto: Pemkot Padang)
Wali Kota Padang, Fadli Amran mengunjungi lokasi SPP yang tidak optimal (Foto: Pemkot Padang)

Menurut Fadly, produk-produk yang dihasilkan nantinya harus memiliki sertifikasi dan standar mutu yang jelas, sehingga mampu menembus pasar modern dan tidak hanya bergantung pada pasar grosir.

"Saya berharap berbagai permasalahan yang ada bisa diidentifikasi lebih dahulu. Nanti akan kita bahas pada perubahan anggaran, sehingga program-program prioritas untuk perbaikan sentra ini bisa mulai dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Danti Arvan, menjelaskan bahwa Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo telah dibangun sejak 2012 di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare.

Menurutnya, meski fasilitas dasar telah tersedia, sentra tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek sumber daya manusia, perawatan peralatan, serta keberlanjutan operasional.

“Kita memiliki pabrik es dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Namun karena terus digunakan, beberapa peralatan mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan serta penggantian suku cadang,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Sumatera Selatan

See More