Jadwal Pasar Murah Palembang 21 Mei, di Jalan Husni Sebrang Ulu

- Dinas Perdagangan Palembang menggelar pasar murah 21 Mei 2026 di Jalan Husni, Seberang Ulu 1, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Idul Adha.
- Pasar murah menjual beras SPHP dan MinyaKita untuk menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi bahan pokok menjelang hari raya.
- Harga cabai dan bawang terpantau naik akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi, meski pasokan sembako tetap dijaga agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Palembang, IDN Times - Dinas Perdagangan Kota Palembang kembali menggelar kegiatan operasi pasar murah di sejumlah titik. Berdasarkan jadwal, pasar murah tanggal 21 Mei 2026 akan diadakan di lapangan warga Jalan Husni Kecamatan Seberang Ulu 1.
"Pelaksanaan pasar murah sekaligus menyambut Idul Adha," ujar Kepala Bidang Stabilisasi Sarana Distribusi Perdagangan, Elsa Noviani, Rabu (20/5/2026).
1. SPHP dan Minyakita akan ada di pasar murah Palembang

Dia menyampaikan, pelaksanaan pasar murah pada Mei tahun ini sudah digelar sejak 19 Mei dan akan berakhir pada 22 Mei mendatang. Kemudian setelah Idul Adha akan dilanjutkan pada Juni mendatang selama 5 hari berturut-turut.
"Kami akan menjual beras SPHP dan juga MinyaKita, bekerja sama dengan para pemasok," kata Elsa.
2. Pasar murah digelar agar distribusi komoditas berjalan lancar

Dalam agenda pasar murah lanjut Elsa, Dinas Perdagangan Palembang berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang hari raya, sekaligus mengantisipasi kenaikan harga komoditas hortikultura.
"Serta mengantisipasi adanya hambatan distribusi dari produsen ke pasar tradisional," jelas dia.
3. Harga cabai dan bawang terpantau naik karena cuaca ekstrem

Elsa menyampaikan, kegiatan pasar murah bakal dipusatkan di 5 wilayah, yakni Kecamatan Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar dan Ilir Timur I. Dia memastikan bahwa saat pasar murah digelar, pasokan sembako di pasar tetap bisa mencukupi kebutuhan harian masyarakat.
Sementara dari pantauan IDN Times, kondisi harga sejumlah komoditas di lapangan, masih ada beberapa yang mengalami tren kenaikan, di antaranya komoditas cabai dan bawang. Lonjakan tersebut terjadi karena faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi.

















