Ribuan Mahasiswa-Driver Ojol Padang Tuntut Polisi Berangus Kekerasan

- Ribuan mahasiswa dan driver ojek online geruduk Mapolda Sumbar sebagai aksi solidaritas terkait tewasnya seorang driver ojol di Jakarta.
- Massa aksi yang diperkirakan berjumlah 1.500 orang datang dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan komunitas pengemudi ojek online.
- Kapolda Sumbar belum menemui massa aksi hingga pukul 18.30 WIB, menyebabkan para demonstran kesal dan menunggu penandatanganan tuntutan.
Padang, IDN Times - Massa dari berbagai kalangan di Sumatra Barat menggeruduk Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) setempat untuk melakukan aksi solidaritas pada Jumat (29/8/2025) petang. Aksi tersebut dilakukan usai adanya salah seorang driver ojek online (Ojol) bernama Affan Kurniawan, yang tewas dilindas oleh mobil Brimob saat aksi di Jakarta kemarin, Kamis (28/8/2025) malam.
Berdasarkan pantauan IDN Times, massa aksi yang diperkirakan berjumlah 1.500 orang tersebut mulai mendatangi Mapolda Sumbar sekitar pukul 15.00 WIB. Kelompok massa pertama tiba dimulai oleh mahasiswa dari Universitas Andalas dan disusul oleh mahasiswa lain.
Dalam gelombang yang sama, komunitas pengemudi ojek online di Kota Padang pun turut bergabung dalam lautan manusia. Massa aksi mendesak agar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Try Suryanto menemui mahasiswa dan masyarakat yang menunggu di luar.
"Kami menuntut Polda Sumbar melakukan pembenahan dalam hal apapun. Karena selama ini setiap aksi selalu ada kekerasan. Setiap kali kami aksi polisi, selalu melakukan kekerasan. Mereka memukuli kita, yang memberikan gajinya melalui pajak yang kita bayarkan," kata Korlap aksi saat berorasi di hadapan massa.
Hingga pukul 18.30 WIB, Kapolda Sumbar tak kunjung menemui massa aksi yang membuat para demonstran kesal dan melemparkan botol air mineral. Hingga saat ini, keadaan masih kondusif dan massa masih menunggu Kapolda Sumbar untuk menemui mereka dan menandatangani tuntutan serta membacakannya.