Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Keluhkan Kerusakan Infrastruktur, Ini Respon Gubernur Sumbar

Gubernur Mahyeldi saat pertemuan lintas instansi (Foto: Humas)
Gubernur Mahyeldi saat pertemuan lintas instansi (Foto: Humas)
Intinya sih...
  • Keluhan masyarakat terkait infrastruktur rusak pasca bencana ekologi
  • Pengerukan sungai dan penanganan infrastruktur harus dipercepat
  • Distribusi air bersih menjadi perhatian utama bagi pemerintah Sumbar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Pasca bencana ekologi yang melanda Sumatra Barat pada akhir November 2025, warga daerah terdampak mengeluhkan fasilitas umum yang rusak.

Keluhan disampaikan warga kepada Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi dalam pertemuan lintas instansi pada Senin (5/1/2026) malam.

1. Warga keluhkan kerusakan infrastuktur

Seorang warga di Batu Busuk, Padang mengabarkan keluarganya terkait keadaan terbaru di tempat tinggalnya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Seorang warga di Batu Busuk, Padang mengabarkan keluarganya terkait keadaan terbaru di tempat tinggalnya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Mahyeldi menyampaikan, dalam pertemuan tersebut masyarakat membutuhkan perbaikan infrastruktur dan air bersih. "Yang kami temui di lapangan keluhan masyarakat berkaitan dengan jalan, jembatan hingga pendangkalan sungai yang terjadi pasca bencana," katanya.

Mahyeldi menyatakan penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan itu harus dilakukan percepatan oleh tim gabungan yang sudah dibentuk.

"Penanganan ini harus dipercepat. Masyarakat juga membutuhkan air bersih juga di lapangan saat ini," katanya.

2. Pengerukan sungai harus dilakukan

Alat berat melakukan nirmalisasi sungai (Foto: Humas)
Alat berat melakukan nirmalisasi sungai (Foto: Humas)

Banyaknya material banjir yang memenuhi sungai, menurut Mahyeldi pengerukan harus disegerakan agar pendangkalan teratasi segera. "Pengerukan ini penting dilakukan sebagai bagian dari pengendalian risiko bencana ke depan," katanya.

Menurutnya, beberapa sungai mengalami pendangkalan dan kerusakan tanggul, sehingga meningkatkan kerawanan saat hujan dengan intensitas tinggi.

3. Distribusi air bersih harus jadi perhatian

Seorang warga memasak di Huntara yang dibuat secara mandiri (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Seorang warga memasak di Huntara yang dibuat secara mandiri (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Selain itu, Mahyeldi menegaskan ketersediaan dan distribusi air minum harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terputus, terutama bagi masyarakat terdampak bencana.

“Air bersih ini kebutuhan mendesak. Karena itu, penanganannya harus jelas, cepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Ia meminta balai dan satuan kerja teknis untuk menyampaikan rencana serta jadwal penanganan infrastruktur dan air bersih secara terbuka, agar pemerintah daerah dapat memberikan kepastian kepada masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Stasiun Gas Pagar Dewa Sambung Jaringan Gas Bumi Sumatra-Jawa hingga 1.000 Km

07 Jan 2026, 19:04 WIBNews