1 Warga Jadi Korban Salah Sasaran Bentrok Ormas Depan PS Mall Palembang

- Bentrok Ormas Permaskot dan Harimau Sumatera Bersatu di Palembang
- 3 korban terluka, 2 diantaranya dirawat di rumah sakit berbeda
- Persoalan rebutan lahan parkir disinyalir menjadi pemicu bentrokan
Palembang, IDN Times - Pertikaian dua kelompok ormas yakni, Ormas Permaskot dan Ormas Harimau Sumatera Bersatu membuat ketegangan di Kota Palembang. Perebutan lahan parkir disinyalir menjadi penyebab utama bentrokan hingga menyebabkan jatuhnya tiga korban dalam pertikaian, Selasa 6 Januari. Salah satunya merupakan warga sekitar, yang menjadi korban salah sasaran.
"Dari hasil penyelidikan keduanya berasal dari ormas," ungkap Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Kompol Rifan Wijaya, Rabu (8/1/2026).
1. Total ada tiga korban

Rifan menjelaskan, dua dari tiga korban terluka dalam bentrokan tersebut dilarikan ke rumah sakit berbeda. Korban M Billy Putra Pratama (30) dibawa ke RS AK Gani sedangkan Rafiq di bawa ke RS Siti Khadijah. Sedangkan satu korban lainnya bernama Firman hanya menderita luka ringan di bagian jari.
"Korban yang dirawat di rumah sakit AK Gani berasal dari ormas Permaskot. Rafiq yang dirawat di RS Siti Khadijah dari Harimau Sumatera Bersatu. Firman adalah satu satu warga yang menjadi korban salah sasaran yang kebetulan lewat di lokasi," jelas dia.
2. Ini dugaan pemicu awal bentrokan

Menurutnya, persoalan rebutan lahan parkir di samping PS Mall menjadi pemicu kedua ormas tersebut bentrok. Kelompok ormas Harimau Sumatra Bersatu disinyalir lebih dulu melakukan penyerangan.
"Diduga yang melakukan penyerangan dari Ormas Harimau Sumatera bersatu namun kami masih melakukan penyelidikan. Dari hasil TKP memang kejadian di lahan parkir, tapi masih dilakukan penyelidikan apa penyebabnya," jelas dia.
3. Polisi terima dua laporan terkait bentrok

Saat ini polisi telah menerima dua laporan terkait kejadian di Depan PS Mall Palembang. Laporan pertama dilakukan di Polrestabes Palembang dan Laporan kedua di Polsek IB I Palembang.
"Laporan di Polsek atas nama Firman salah satu warga yang menjadi salah sasaran. Jadi ada dua laporan yang terdata di kita," jelas dia.



















