Stasiun Gas Pagar Dewa Sambung Jaringan Gas Bumi Sumatra-Jawa hingga 1.000 Km

- Stasiun Gas Pagar Dewa milik PT PGN menjadi konsistensi perseroan membentuk infrastruktur utama pengatur tekanan dan kapasitas jaringan transmisi gas bumi di Sumatra-Jawa.
- Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengklaim stasiun ini mampu memasok kebutuhan gas dari Sumatera hingga Jawa bagian Barat untuk pelanggan sektor kelistrikan, komersial, dan industri.
- PGN menegaskan komitmen menjaga asset integrity melalui pemeliharaan dan inspeksi berbasis risiko serta memperkuat fleksibilitas pasokan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi.
Muara Enim, IDN Times - Stasiun Gas Pagar Dewa di Muara Enim milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menjadi wujud konsistensi perseroan dalam membangun infrastruktur utama pengatur tekanan dan kapasitas jaringan transmisi gas bumi untuk mendukung penyaluran gas.
Stasiun Gas Pagar Dewa diketahui berperan dalam menjaga pasokan gas bumi nasional sekaligus membentuk jaringan transmisi gas Sumatra–Jawa, khususnya jaringan South Sumatera–West Java (SSWJ) sepanjang 1.004 kilometer.
1. Stasiun Gas Pagar Dewa diklaim mencukupi kebutuhan gas bumi

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, mengklaim, Stasiun Gas Pagar Dewa mampu memasok kebutuhan gas dari Sumatera hingga Jawa bagian Barat. Stasiun ini katanya, berfungsi untuk menjaga pasokan gas bagi pelanggan sektor kelistrikan, komersial, dan industri.
"Optimalisasi fasilitas kompresor, metering, serta jumperline yang meningkatkan kapasitas linepack, PGN ingin distribusi gas tetap andal dan stabil. Fasilitas ini memungkinkan suplai gas terpenuhi mulai dari Sumatera, Lampung, hingga Jawa bagian Barat," jelasnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/1/2026).
2. Stasiun gas Pagar Dewa terapkan penerapan teknologi digital

Selain menjaga pasokan gas bumi, PGN juga menegaskan komitmennya dalam menjaga asset integrity melalui pemeliharaan dan inspeksi berbasis risiko. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penerapan teknologi digital melalui pemanfaatan Integrated Monitoring Center (IMOC).
"Ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap kondisi infrastruktur, data pelanggan dan aktivitas niaga. Digitalisasi juga membuat keputusan operasional lebih cepat, tepat dan terukur," kata Hery.
3. Stasiun gas Pagar Dewa termasuk bisnis pengembangan biomethane

Lebih lanjut, Hery menyampaikan Stasiun Gas Pagar Dewa tidak hanya berperan menjaga keandalan operasi serta pasokan LNG, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat fleksibilitas pasokan melalui pengembangan infrastruktur gas bumi.
Menurut Hery, upaya tersebut sejalan dengan strategi bisnis G-A-S (Grow–Adapt–Step Out) yang dijalankan perusahaan. Strategi ini mencakup sejumlah program, mulai dari perluasan jaringan gas rumah tangga, pembangunan pipa BBM Cikampek dan Plumpang, revitalisasi tangki LNG, hingga pembangunan fasilitas injection point.
"Sekaligus upaya pengembangan biomethane. Kami terus berkomitmen menghadirkan energi bersih, aman, dan berkelanjutan bagi kebutuhan dan ketahanan energi nasional," jelas dia.


















