Respons Ratu Dewa Soal Bentrok Kekerasan 2 Ormas di Palembang

- Bentrokan 2 ormas di Palembang menyebabkan 3 orang luka-luka di depan mall Palembang Square.
- Pemkot Palembang tidak akan mentolerir kekerasan dan main hakim sendiri, mendukung tindakan cepat dan tegas aparat kepolisian.
- Keselamatan warga dan ketertiban kota menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Palembang, mengajak masyarakat menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum dan dialog.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa merespons kasus bentrok kekerasan yang melibatkan anggota dari dua ormas yang berbeda, di kawasan Jalan Angkatan 45, Selasa 6 Januari 2026 lalu. Dia meminta agar aparat keamanan bertindak tegas.
"Pemkot menyesalkan keributan antar kelompok hingga mengakibatkan korban luka," ujarnya, Rabu (7/1/2026).
1. Kejadian bentrok ormas meresahkan warga

Diketahui, pada Selasa (6/1/2026) kemarin terjadi bentrokan antar anggota dua ormas yang berbeda. Peristiwa yang terjadi di depan Palembang Square (PS) mall tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Akibat kejadian itu, banyak warga Palembang merasa resah.
"Terlebih membuat resah warga, karena muncul dugaan penggunaan senjata api dan tajam di ruang publik," kata Dewa.
2. Minta kepolisian melakukan tindak tegas

Dia menegaskan, pemkot tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan main hakim sendiri. Ia juga meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas dalam menangani peristiwa tersebut.
"Pemkot Palembang mengutuk segala bentuk kekerasan. Kami mendukung penuh langkah cepat dan tegas aparat kepolisian dalam mengamankan situasi, mengusut tuntas kejadian ini, serta menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu," jelasnya.
3. Minta ormas menyelesaikan masalah lewat jalur hukum

Menurut Ratu Dewa, keselamatan warga dan ketertiban kota merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Palembang. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kekondusifan kota.
"Kami mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum untuk menahan diri, menjaga kondusifitas, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan kekerasan," kata dia.
Sebelumnya, bentrokan dua kelompok pemuda yang terjadi di Palembang itu berasal dari Organisasi Masyarakat (Ormas). Kedua ormas yang terlibat pertikaian dengan sajam diketahui adalah Permaskot dan Harimau Sumatera Bersatu.



















