Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Taman Kota Palembang, Ruang Publik Murah Meriah Kala Libur Tiba
Suasana di salah satu taman kota Palembang sekitar Jalan POM IX (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

  • Taman kota di Palembang jadi ruang publik favorit warga untuk menikmati waktu libur bersama keluarga dengan suasana hangat dan penuh keceriaan anak-anak.
  • Warga memilih taman kota sebagai alternatif hiburan murah meriah karena dekat, ramah kantong, dan tetap memberi kebahagiaan tanpa perlu biaya besar.
  • Pemerintah Palembang baru memenuhi 13 persen dari target 30 persen RTH, sementara warga berharap pajak dimanfaatkan untuk memperluas ruang hijau publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Taman kota di sekitar Jalan POM IX, Palembang, menjadi tempat warga menikmati waktu libur dengan suasana ramai dan ceria, sekaligus menjadi ruang publik murah meriah bagi keluarga.
  • Who?
    Warga Palembang, termasuk Aji dari Kecamatan Ilir Timur I bersama anaknya, serta Asisten III Setda Palembang Akhmad Bastari yang menjelaskan kondisi ruang terbuka hijau di kota tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di taman kota yang terletak di kawasan Jalan POM IX, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Kegiatan terjadi pada hari libur nasional atau tanggal merah ketika warga memanfaatkan waktu senggang untuk rekreasi bersama keluarga.
  • Why?
    Warga memilih taman kota karena lokasinya dekat, biaya rendah, serta menjadi alternatif hiburan sederhana di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
  • How?
    Masyarakat datang bersama keluarga ke taman kota untuk bermain dan bersantai; pemerintah daerah disebut masih berupaya memperluas ruang terbuka hijau yang baru mencapai 13 persen dari target 30 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak main di taman kota Palembang, mereka tertawa dan naik ayunan sama perosotan. Ada bapak namanya Aji bawa anaknya main karena murah dan dekat rumah. Dia bilang senang bisa hemat uang tapi anak tetap gembira. Pemerintah mau tambah taman hijau lagi karena sekarang belum banyak di Palembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Taman kota di Palembang menghadirkan suasana hangat yang mempersatukan warga dari berbagai lapisan, menjadi tempat sederhana namun bermakna untuk berbagi kebahagiaan tanpa beban biaya. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, ruang terbuka ini membuktikan bahwa keceriaan dan kebersamaan dapat tumbuh alami di jantung kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Riuh tawa anak-anak mengalun silih berganti, mewarnai sore hari di taman kota yang berada di sekitar Jalan POM IX, Palembang. Sesekali, celoteh polos mereka melintas, menyisakan kehangatan yang sulit diabaikan.

“Mama, lihat aku di atas perosotan!” teriak seorang bocah dengan nada bangga. Tak jauh darinya, suara lain menyahut riang, “Kakak, ayuk main ayunan.” Di antara derak rantai ayunan dan langkah-langkah kecil yang berlarian, taman itu menjelma jadi ruang keceriaan tumbuh tanpa sekat.

1. Ruang publik jadi tempat sederhana menghadirkan kebahagiaan warga

Suasana di salah satu taman kota Palembang sekitar Jalan POM IX (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Waktu terus bergerak, namun bagi mereka yang tenggelam dalam dunia bermain, senja terasa datang terlalu cepat. Ketika orang tua mulai mengajak pulang, tak sedikit yang menyambutnya dengan penolakan manis bernada khas bocah.

“Nanti, aku masih mau main. Sebentar lagi ya,” pinta seorang anak perempuan berusia sekitar tiga setengah tahun dengan wajah memelas, enggan mengakhiri petualangannya.

Pemandangan seperti itulah yang terekam oleh reporter IDN Times saat berada di salah satu ruang terbuka Kota Pempek. Di tengah hiruk-pikuk perkotaan, area publik ini jadi tempat sederhana menghadirkan kebahagiaan.

2. Menikmati libur di taman kota tanpa khawatir kantong bolong

Suasana di salah satu taman kota Palembang sekitar Jalan POM IX (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut salah satu warga Kecamatan Ilir Timur I, Aji, dirinya sengaja memilih waktu libur tanggal merah dengan bermain bersama sang anak di taman kota. Selain karena dekat rumah dan tempat tinggal, taman kota jadi alternatif hiburan murah meriah dalam kondisi ekonomi tidak stabil.

"Kalau ke mal, belum mau makan nanti. Kalau gak keluar, gak ke mana-mana saat libur, anak nagih. Nanya, mau pergi ke mana. Lumayan main di taman kota gini, anak senang, bapak tenang. Murah juga kan, paling jajan, bayar parkir aja, gak perlu keluar uang banyak. Main gratis di taman, tetap bikin happy anak tanpa kantong bolong," jelasnya.

3. Harap pajak masyarakat bisa dimanfaatkan untuk memperluas RTH

Suasana di salah satu taman kota Palembang sekitar Jalan POM IX (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan, sebagai warga yang raji membayar pajak, dirinya berharap agar Kota Palembang memperbanyak ruang publik dan kawasan terbuka hijau. Selain bisa untuk menikmati momen libur di luar rumah dengan nyaman, ruang terbuka, kata Aji, memang seharusnya diperluas sebagai salah satu langkah pemerintah daerah menjaga lingkungan.

"Setau saya, uang pajak untuk pembangunan daerah. Termasuk bisa bikin ruang publik nyaman untuk masyarakat. Mudah-mudahan pemerintah kita makin sadar supaya banyak manfaat dari mewujudkan RTH," ujar Aji.

4. RTH Palembang baru 13 persen dari target 30 persen

Suasana di salah satu taman kota Palembang sekitar Jalan POM IX (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan pemerintah memang berperan menjaga lingkungan dan mengurangi risiko banjir dengan menciptakan RTH bagi masyarakat. Namun, RTH Palembang kini baru mencapai 13 persen.

"Sebenarnya kewajiban RTH yang harus dipenuhi adalah 30 persen. Terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH private. Namun, saat ini capaian RTH publik di Palembang baru di kisaran 13 persen," jelasnya.

Editorial Team

Related Article