Cerita Korban 11 Rumah Terbakar di Linggau, Harta Habis Tak Tersisa

- Sebanyak 11 rumah di Lubuk Linggau hangus terbakar akibat aksi pembakaran oleh M. Syarif Elvorian yang marah karena digugat cerai istrinya, tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Warga korban kebakaran kehilangan seluruh harta benda dan kini mengungsi ke rumah kerabat sambil berharap pelaku diproses hukum secara adil.
- Pelaku diketahui sering melakukan KDRT terhadap istrinya sebelum kejadian, sementara para korban meminta bantuan dari pemerintah untuk pemulihan pascakebakaran.
Lubuk Linggau, IDN Times - Kesedihan mendalam dialami warga di RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau. Setidaknya 10 kepala keluarga (KK) dilaporkan harus kehilangan tempat tinggal mereka karena aksi pembakaran rumah oleh pelaku M. Syarif Elvorian (32).
Akibat tindakan yang dilakukan Syarif pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.50 WIB, diketahui 11 rumah ludes terbakar. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, harta benda dari setiap rumah habis tak tersisa dan meninggalkan trauma mendalam pada korban kebakaran.
1. Pelaku membawa botol berisi pertalite dan membakar rumah mertuanya

Kronologi kebakaran rumah bermula saat pelaku mendatangi rumah mertuanya, Romsiyah (57), di Blok A 31 RT 11, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II, Kota Lubuk Linggau. Motif pelaku nekat membakar rumah yang berada di kawasan padat penduduk tersebut dilatarbelakangi murka karena digugat cerai sang istri.
Aksi tersebut berlangsung cepat. Pelaku sengaja membawa botol berisi Pertalite dan menyulut api di rumah mertuanya. Akibatnya, si jago merah sulit dikendalikan dan menyambar 11 bangunan, terdiri dari 8 rumah dan 3 bangunan lainnya. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
2. Korban kebakaran terpaksa mengungsi ke rumah kerabat

Salah satu warga yang menjadi korban kebakaran, Anisa, mengatakan kebakaran ini disebabkan oleh pertengkaran tetangga mereka. Ia mengatakan saat kejadian sedang tidak ada di rumah, tapi orang tuanya ada di rumah.
"Sempat KDRT ke istrinya, dan sempat dilaporkan ke polisi. Cuma informasinya, mau ditangkap polisi, tapi sorenya datang ke rumah mertuanya menyiramkan bensin, sehingga kebakaran dan menyambar ke semuanya," ujarnya.
Anisa bersyukur orang tuanya selamat meskipun rumah mereka beserta isinya habis terbakar. Kini orang tuanya mengungsi ke rumah anak-anaknya.
"Seharusnya kalau ada masalah pribadi, jangan sampai warga sekitar terkena dampaknya. Diselesaikan dengan cara yang baik-baik dan dengan kepala dingin. Kami minta pelaku diproses seadil-adilnya karena kami tidak punya tempat tinggal lagi," ucapnya.
3. Pelaku harus dihukum berat, korban berharap bantuan dari pemerintah

Hal serupa diungkapkan Novilia, yang mengaku kini kebingungan mencari tempat tinggal karena seluruh harta bendanya ikut hangus terbakar.
"Kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Harta benda kami habis semua, tidak ada yang sempat kami bawa," ungkapnya.
Ia menyayangkan persoalan pribadi justru berdampak pada banyak warga yang tidak mengetahui permasalahan tersebut. Novilia berharap pelaku pembakaran rumah tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Selain meminta proses hukum terhadap pelaku, kami juga berharap Pemkot Lubuk Linggau dapat turun memberikan bantuan kepada para korban yang saat ini kehilangan tempat tinggal. Sampai sekarang baru Polres Lubuk Linggau yang turun memberikan bantuan," ucapnya.
4. Pelaku sering datangi rumah mertuanya dan melakukan KDRT ke istrinya

Sementara itu, Ketua RT 4 Kelurahan Jawa Kanan SS, Ali Lukman, mengatakan bahwa sebelum kebakaran diduga terjadi perselisihan rumah tangga antara Syarif dan istrinya, Septi Wulandari. Kemudian pada Jumat sekitar pukul 17.30 WIB, Syarif datang ke rumah tersebut dan diduga menendang atau mendobrak pintu rumah.
"Istri pelaku sering mampir ke rumah orang tuanya setelah jualan di pasar. Lalu pada Minggu, 12 Juli, keduanya bertengkar masalah rumah tangga di rumah mertua. Wulan sampai luka di kepala dan patah tangan, bahkan dirawat di RS AR Bunda," ujarnya.
Setelah kejadian itu, diakui Ketua RT, pelaku masih sering datang ke rumah mertuanya. Bahkan saat malam masih datang dan tentunya meresahkan masyarakat.
"Lalu pada Jumat kemarin warga menyebutkan rumah mertuanya diduga dibakar menggunakan bensin oleh Sarip. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ungkap Ali.
















