Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengecoran Dilanjutkan, Arus Lalin Palembang-Betung Kembali Macet

Pengecoran Dilanjutkan, Arus Lalin Palembang-Betung Kembali Macet
Perbaikan jalan di KM 17 Jalintim Palembang-Betung menyebabkan kemacetan panjang. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
Intinya Sih
  • Pekerjaan pengecoran di Jalintim Palembang–Betung Kilometer 17 kembali dilanjutkan, menyebabkan antrean kendaraan panjang dari dua arah karena hanya satu sisi jalan yang bisa dilalui.
  • Petugas Satlantas Banyuasin melakukan pengaturan lalu lintas sejak dini hari dan menerapkan sistem dua arah meski terkendala lebar jalan yang terbatas di area proyek.
  • Polisi mengimbau pengendara berhati-hati, tidak melawan arus, serta memanfaatkan jalur alternatif seperti Jalan Alfa One dan Simpang Semuntul untuk mengurangi kemacetan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Kemacetan kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung, tepatnya di Kilometer 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Kepadatan kendaraan kembali terlihat setelah pekerjaan pengecoran jalan yang sempat dihentikan selama beberapa hari kembali dilanjutkan.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, antrean kendaraan mengular dari dua arah. Satu sisi badan jalan masih dalam proses pengecoran, sedangkan sisi lainnya digunakan untuk arus lalu lintas.

Kendaraan dari arah Palembang maupun Betung tetap dapat melintas secara bergantian dengan kecepatan rendah karena lebar jalan yang terbatas.

1. Warga harus berhati-hati

Arus lalu lintas di KM 17 Jalintim Palembang-Betung yang padat saat perbaikan jalan.
Arus lalu lintas di KM 17 Jalintim Palembang-Betung yang padat saat perbaikan jalan. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Kondisi tersebut membuat arus kendaraan tersendat, terutama pada pagi hari saat aktivitas masyarakat mulai meningkat. Meski kendaraan masih dapat melintas dari dua arah, pengendara harus ekstra berhati-hati karena ruang yang tersedia cukup sempit, terutama ketika berpapasan dengan truk dan kendaraan besar.

Sejumlah pengendara tampak memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari senggolan. Tak sedikit pula yang memilih menunggu kendaraan dari arah berlawanan melintas terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

"Pengendara harus berhati-hati karena jalan yang sempit terutama saat ada kendaraan besar melintas," ungkap warga Talang Kelapa, Avid, Selasa (21/7/2026).

2. Lebar jalan tidak ideal

Kendaraan bermotor melintas di jalan Jalintim Palembang-Betung KM 17 yang padat akibat pekerjaan pengaspalan jalan.
Arus lalu lintas di KM 17 Jalintim Palembang-Betung yang padat saat perbaikan jalan. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Kanit Turjawali Satlantas Polres Banyuasin, Ipda Taswin Noviar, mengatakan personel telah diterjunkan sejak dini hari untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan. Proyek perbaikan jalan diketahui kembali dilakukan pada malam hari ini guna meminimalisir kemacetan di jalintim.

"Kami hari ini kembali melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas di lokasi pengecoran sekitar Kilometer 17, Kecamatan Talang Kelapa. Saat ini kami menerapkan rekayasa arus dua arah meski sedikit terkendala karena lebar median jalan yang pas-pasan," ungkap Taswin.

3. Imbau pengendara gunakan jalur alternatif

Arus lalu lintas di KM 17 Jalintim Palembang-Betung yang padat saat perbaikan jalan. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
Arus lalu lintas di KM 17 Jalintim Palembang-Betung yang padat saat perbaikan jalan. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Taswin mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan selama melintasi lokasi proyek dan tidak memaksakan diri melawan arus.

"Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar berhati-hati, utamakan keselamatan, dan jangan melawan arus karena justru akan menambah kemacetan," katanya.

Untuk mengurangi kepadatan di ruas yang sedang diperbaiki, Satlantas Polres Banyuasin juga menyarankan pengendara, khususnya kendaraan roda empat, memanfaatkan jalur alternatif melalui Jalan Alfa One, Simpang Semuntul, hingga tembus ke Tanah Mas Kilometer 14.

"Beberapa jalur alternatif dapat digunakan masyarakat sehingga kendaraan tidak menumpuk di lokasi perbaikan jalan," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Selatan

See More