Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Tanpa Hujan Makin Panjang, Modifikasi Cuaca Sumsel Dimulai

Hari Tanpa Hujan Makin Panjang, Modifikasi Cuaca Sumsel Dimulai
Kondisi Karhutla di Desa Muara Baru, asap sudah masuk ke area Tol Palindra. (Dok. Manggala Agni)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sumsel mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di tengah meningkatnya hari tanpa hujan.
  • Pelaksanaan OMC bergantung pada ketersediaan awan potensial, sehingga lokasi penyemaian bisa berpindah menyesuaikan kondisi atmosfer di lapangan.
  • Kondisi minim hujan menjadi tantangan utama bagi OMC, namun pemerintah tetap menjalankan strategi lain seperti patroli darat, udara, dan pemantauan hotspot untuk mencegah karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih menjadi andalan pemerintah untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel). Namun, pelaksanaannya kini menghadapi tantangan seiring semakin panjangnya periode hari tanpa hujan di sejumlah wilayah.

"Semua upaya pencegahan dan pemadaman ini menjadi rangkaian yang tidak terputus. OMC hanya satu bagian dari rangkaian itu," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, Senin (20/7/2026).

1. Masih ada awan potensial di OKI

Petugas BNPB memeriksa bahan semai yang dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan di Bandara Ahmad Yani, Semarang, untuk operasi modifikasi cuaca.
Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memeriksa bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ferdian menjelaskan, pelaksanaan penyemaian awan sangat bergantung pada ketersediaan awan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan. Karena itu, lokasi operasi tidak selalu ditentukan berdasarkan wilayah yang memiliki titik api, melainkan disesuaikan dengan kondisi atmosfer saat pelaksanaan misi.

"Untuk modifikasi cuaca tentunya tidak hanya di OKI. Semua lokasi rawan bisa menjadi sasaran dengan catatan ada awan potensial," jelasnya.

2. OMC akan diperluas

Dua petugas BNPB mengenakan pakaian pelindung oranye bersiap di dalam pesawat Cessna 208 Caravan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Semarang.
Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masuk ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM saat persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pelaksanaan OMC tidak hanya menyasar wilayah yang sedang mengalami kebakaran, tetapi juga menyesuaikan dengan keberadaan awan potensial. Tim OMC menyebut lokasi penyemaian dapat berubah berdasarkan kondisi atmosfer di lapangan.

"Hari ini misalnya, awan hanya ada di sekitar Musi Rawas dan Lahat, sehingga bisa saja nanti diarahkan ke sana," jelasnya.

3. Karhutla tergantung awan potensial

Petugas mengenakan rompi keselamatan dan masker saat memasukkan karung bahan semai ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Petugas memasukkan bahan semai ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Menurutnya, berdasarkan data BMKG, hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel saat ini telah mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan OMC karena keberadaan awan menjadi faktor utama keberhasilan penyemaian.

"OMC ini bisa fleksibel di kabupaten mana yang membutuhkan, tetapi tetap bergantung pada apakah ada awan potensial atau tidak," katanya.

Meski demikian, operasi modifikasi cuaca tetap menjadi salah satu upaya dalam rangkaian penanganan karhutla. Pemerintah juga menjalankan berbagai strategi lain seperti patroli darat untuk mendeteksi potensi kebakaran dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, patroli udara, pemantauan titik panas (hotspot), monitoring tinggi muka air tanah (TMAT), hingga prediksi cuaca dari BMKG juga dilakukan sebagai langkah deteksi dini.

"Semua upaya pencegahan dan pemadaman ini menjadi rangkaian yang tidak terputus. OMC hanya satu bagian dari rangkaian itu," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Selatan

See More