Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Buka Potensi Pendapatan Baru

Sumsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Buka Potensi Pendapatan Baru
Kepala BI Sumsel Bambang Pramono (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Pertumbuhan ekonomi Sumsel triwulan I 2026 mencapai 5,34 persen yoy, namun daerah ini masih perlu mencari sumber pendapatan baru agar tetap kompetitif di Pulau Sumatera.
  • Pemerintah daerah didorong memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan membangun zona halal dan melibatkan UMKM bersertifikat halal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
  • BI Sumsel menargetkan pertumbuhan 5–5,8 persen hingga akhir 2026, ditopang kenaikan UMP, pembukaan rute internasional Singapura–Palembang, serta proyek strategis daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan performa impresif, yakni pada kisaran 5,34 persen secara tahunan ataun year on year (yoy).

Namun secara ekosistem, Sumsel masih harus mencari sumber pendapatan baru agar predikat pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera tetap terjaga positif.

"Kita tetap harus mencari sumber pendapatan baru. Salah satunya, bagaimana memberdayakan ekonomi syariah. Keuangan syariah itu, memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujar Kepala Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono, dikutip, Senin (11/5/2026).

1. Sumsel berpotensi besar memiliki ekosistem ekonomi syariah

Bambang pramono
Kepala BI Sumsel Bambang Pramono (Dok. Bank Indonesia untuk IDN Times)

Menurutnya, agar pertumbuhan ekonomi syariah di Sumsel khususnya Palembang optimal sejalan dengan ekonomi konvensional, pemerintah daerah perlu memerhatikan ekosistem di masyarakat. Langkah awal agar pemberdayaan berjalan positif yakni membangun zona halal di lingkungan sekitar dengan melibatkan pelaku UMKM setempat.

"Butuh ekosistem ekonomi syariah, di Palembang. Secara umum di Sumsel ya. Karena wilayah ini punya potensi besar. Banyak kota yang kuat religinya. Kami mohon dukungan agar pemerintah bisa membantuk zona kuliner aman dan sehat. Melibatkan, Umkm yang punya sertifikat halal," jelasnya.

2. Ekosistem ekonomi syariah diharapkan masuk grand desain pariwisata

pexels-jack-sparrow-4199490.jpg
Ilustrasi Jual Beli dalam Ekonomi Syariah - Pexels/Jack Sparrow

Harapan ke depan, apabila ekosistem ekonomi syariah di Sumsel bisa terwujud, sektor wisata di Palembang pun terdongkrak. Sebab kata Bambang, kuliner masih jadi andalan dan destinasi unggulan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bumi Sriwijaya.

"Kalau berhasil (ekosistem syariah di Sumsel), ini akan masuk dalam grand desain pariwisata turis muslim kuliner," kata Bambang.

3. Targetkan ekonomi Sumsel tumbuh positif sepanjang 2026

ilustrasi ekonomi
ilustrasi ekonomi (vecteezy.com/witsanu singkaew)

Sementara berdasarkan proyeksi BI Sumsel, ekonomi daerah hingga akhir 2026 ditarget tetap tumbuh positif pada kisaran 5-5,8 persen. Keyakinan itu jelas Bambang, ditopang dengan kenaikan UMP sebesar 7,1 persen, pembukaan rute internasional Singapura–Palembang oleh maskapai Scoot, serta keberlanjutan proyek-proyek strategis daerah.

"Penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci penting agar pertumbuhan ekonomi Sumsel stabil dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global dan domestik," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More