Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tim DVI Jemput Bola Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Muratara

Tim DVI Jemput Bola Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Muratara
Karumkit RS Bhayangkara Palembang Kombes Pol dr Budi Susanto (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih

  • Posko DVI Polda Sumsel menerima banyak laporan keluarga yang menduga anggota keluarganya jadi korban kecelakaan Bus ALS di Muratara dan langsung mengumpulkan data ante mortem.
  • Tim DVI di berbagai daerah seperti Aceh, Sumut, dan Jateng membantu pengambilan sampel DNA keluarga untuk dikirim ke Puslabfor Mabes Polri guna mempercepat identifikasi korban.
  • Selain DNA, barang pribadi korban seperti pakaian, sepatu, dan sikat gigi juga dijadikan pembanding agar proses pencocokan identitas berjalan lebih cepat dan akurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Posko Call Centre Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Selatan (Sumsel) menerima laporan dari sejumlah keluarga yang menduga anggota keluarganya menjadi korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Tim ante mortem pun bergerak cepat mengumpulkan data pembanding untuk mempercepat proses identifikasi korban yang tewas terbakar dalam insiden tabrakan Bus ALS dengan truk tangki BBM PT Seleraya di Jalinsum Karang Jaya.

"Informasi dari keluarga korban masuk melalui hotline, baik dari keluarga yang tidak bisa datang langsung maupun yang datang ke pos ante mortem untuk menyerahkan data korban," ungkap Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, Sabtu (9/5/2026).

1. Jemput bola ambil sampel di tiga wilayah

Karumkit RS Bhayangkara Palembang, Kombes Pol dr Budi Santoso dan Kadinkes Sumsel Trisnawarman
Karumkit RS Bhayangkara Palembang, Kombes Pol dr Budi Santoso dan Kadinkes Sumsel Trisnawarman (IDN Times/Rangga Erfizal)

Budi menjelaskan, beberapa anggota keluarga yang tak hadir dalam pemeriksaan DNA secara langsung di Palembang dibantu oleh tim DVI di masing-masing wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Tengah untuk mengumpulkan sampel DNA.

"Mereka yang tidak hadir langsung berkoordinasi dengan DVI masing-masing, seperti Polda Sumut, Aceh dan Jawa Tengah. Rekan kita minta bantuan mengumpulkan contoh sampel DNA yang akan dicocokkan dengan jenazah," jelasnya.

2. Pemeriksaan sampel dilakukan di Puslabfor Mabes Polri

Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)
Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)

Sampel tersebut dibutuhkan untuk mencocokan dengan data DNA dari jenazah korban bus maut tersebut. Diharapkan dengan terkumpulnya data DNA dari pihak keluarga, proses identifikasi korban dapat berlangsung cepat.

"Sampel DNA yang diambil dari keluarga korban nantinya akan dikirim langsung ke Puslabfor Mabes Polri untuk dicocokkan dengan jenazah korban," bebernya.

3. Barang pribadi korban juga digunakan untuk pemeriksaan sampel

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Tak hanya sampel DNA, berbagai barang milik korban juga turut dijadikan bahan pembanding dalam proses identifikasi, mulai dari pakaian, sepatu, hingga sikat gigi. Diharapkan, terkumpulnya seluruh sampel tersebut dapat mempercepat proses pencocokan dan identifikasi para korban.

"Nantinya akan dicocokkan, sampel mana yang lebih mendekati dengan jenazah para korban," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More