DVI Polda Sumsel: Total 18 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS

- Jumlah korban meninggal kecelakaan Bus ALS di Musi Rawas Utara bertambah menjadi 18 orang, terdiri dari 17 korban di lokasi dan satu korban meninggal saat perawatan.
- Sebanyak dua korban luka dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif, salah satunya sudah berada di ruang ICU.
- Tim DVI menemukan potongan tubuh anak berusia di bawah lima tahun menempel pada jenazah lain akibat terbakar, sehingga total jenazah yang diperiksa menjadi 17.
Palembang, IDN Times - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Musi Rawas Utara (Muratara) terus bertambah. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol. Budi Susanto, mencatat sudah ada 18 orang yang meninggal dunia.
"Untuk meninggal total ada 18 orang, 17 meninggal saat kejadian, dan satu orang meninggal dalam perawatan," ungkap Budi Susanto, Jumat (8/5/2026).
1. Korban baru meninggal siang ini

Susanto menjelaskan, dari 18 orang yang meninggal, 17 orang di antaranya harus menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan sampel DNA. Sedangkan satu orang yang meninggal pada pukul 11.55 WIB hari ini tidak dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
"Yang meninggal di Muratara itu tidak kita lakukan operasi DVI karena identitasnya jelas dan sudah dilakukan perawatan. Penyebab meninggalnya pasca melakukan pengobatan," jelasnya.
Sebelumnya, diketahui ada 16 korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Sebanyak 14 orang merupakan penumpang dan awak Bus ALS. sementara dua merupakan sopir dan awak truk tangki. Kemudian, dalam proses ante mortem, ditemukan tambahan satu jasad diduga anak yang menempel pada jenazah seorang perempuan, yang dibawa dalam satu kantong jenazah.
Sebanyak 17 korban tersebut tewas di lokasi. Sementara satu korban lainnya, tewas setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.
2. Dua orang korban dirujuk ke Palembang

Budi menambahkan, saat ini sudah ada satu pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Rupit dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk perawatan medis. Sementara satu korban lainnya dalam perjalanan menuju Palembang untuk dipindahkan.
"Sekarang pasien sudah kita rawat di ruang ICU RS Bhayangkara Palembang," jelasnya.
3. Penyebab kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki bensin

Diberitakan sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, mengatakan mereka sebelumnya menerima sebanyak 16 kantong jenazah pascakecelakaan bus ALS di Muratara pada Rabu (6/5/2026). Setelah dilakukan identifikasi, terdapat body part atau potongan tubuh yang lengket pada jenazah lain.
"Body part ini kita temukan menempel di bawah ketiak jenazah lain yang berjenis kelamin perempuan dalam satu kantong jenazah yang dikirim," kata Budi saat melakukan konferensi pers, Jumat (8/5/2026).
Budi menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, potongan tubuh yang baru ditemukan tersebut berusia sekitar di bawah lima tahun. Ia menempel pada tubuh jenazah korban lain karena lengket akibat terbakar di dalam bus.
"Total untuk saat ini ada 17 jenazah yang kami periksa dari yang sebelumnya 16 jenazah," ujarnya.














