Tim DVI Kesulitan Cocokan Antemortem Jenazah Kecelakaan Bus ALS

- Tim DVI RS Bhayangkara Palembang mengalami kesulitan mencocokkan data antemortem dan postmortem korban kecelakaan Bus ALS karena kerusakan jaringan kulit pada jenazah.
- Hasil pencocokan identitas beberapa jenazah belum menemukan kecocokan yang valid, meski telah dibandingkan melalui properti pribadi dan keterangan keluarga korban.
- Kecelakaan terjadi saat bus ALS diduga masuk ke jalur berlawanan dan menabrak mobil tangki BBM, menyebabkan kebakaran hebat serta sejumlah korban meninggal dunia.
Palembang, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Palembang mengungkapkan sulitnya pemeriksaan antemortem (AM) terhadap jenazah korban kecelakan Bus ALS di Muratara. Kesulitan pemeriksaan terjadi akibat kerusakan jaringan kulit pada tubuh korban.
"Harapan terakhir kita menunggu hasil DNA yang sekarang masih berlangsung. Diperkirakan akan keluar paling cepat lima hari dan paling lama dua minggu," ungkap Karumkit RS Bhayangkara Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, Sabtu (9/5/2026).
1. Hasil AM tidak identik saat dicocokan

Budi menyebut, hasil pencocokan data antemortem dan postmortem belum menemukan identitas yang cocok. Jenazah dengan kode PM 013 sempat dicocokkan dengan data AM 009 atas nama Alif Supriatin bin Supardi asal Medan, tapihasilnya tidak identik.
"Yang dicocokkan berupa properti kalung berwarna silver yang melekat pada leher jenazah dan hasil keterangan keluarga juga ada tato burung di punggung. Namun setelah melakukan rapat konsiliasi data tersebut tidak cukup kuat mengingat kondisi jenazah tidak bisa mengidentifikasi tato tersebut karena kondisi jenazah yang sudah hangus terbakar," bebernya.
2. Data PM sulit dikenali

Selanjutnya, tim DVI mencocokkan data dengan kode PM 006 dengan data AM 015 atas nama Sukardi bin Parmin. Namun hasil pemeriksaan, petugas hanya menemukan KTP atas nama Sukono (54) asal Semarang, Jawa Tengah.
"Data ketiga, kecocokan yang tidak sinkron adalah data PM 006 berupa celana jeans warna hitam dan boxer warna hijau dengan AM15 atas nama Sukardi bin Parmin. Keterangan keluarga memakai celana jeans, namun yang ditemukan didapatkan di bawah pangkal bawah berupa celana kargo yang lengket tanpa diketahui warnanya karena terbakar," jelasnya.
3. Bus ALS diduga pindah jalur sebelum kecelakaan

Diberitakan sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menjelaskan, kronologi kecelakaan tragis bermula ketika bus ALS yang membawa belasan orang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju ke Jambi.
"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki bahan bakar minyak atau BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," ungkap Shodiqin.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil tangki Seleraya bernama Yanto dan penumpangnya, Martini meninggal dunia terbakar di dalam mobil tersebut. Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi pihak kepolisian.
"Pengemudi bus ALS meninggal dunia, untuk penumpang bus masih kami data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari data base penumpang," ujarnya.
Benturan keras akhirnya memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi. Untuk tiga kendaraan yang terbakar belum diketahui nomor platnya karena dalam kondisi hangus di TKP.

















