Pro Kontra CFD Jembatan Ampera Palembang, Kapan Diresmikan Pemkot?

- Pemerintah Kota Palembang menggelar uji coba tahap ketiga CFD pada 10 Mei 2026 di dua titik utama dengan pembatasan waktu berbeda.
- Wali Kota Ratu Dewa menegaskan CFD bertujuan menciptakan ruang publik sehat dan mempererat kebersamaan warga meski masih menuai pro-kontra.
- Pemkot menyiapkan sinergi lintas OPD agar CFD berjalan tertib, sambil mematangkan peresmian reguler yang direncanakan menjadi agenda mingguan.
Palembang, IDN Times - Kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Palembang telah diuji coba lanjutan tahapan ketiga pada 10 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, pemerintah kota menerapkan pembatasan waktu di dua titik lokasi agenda CFD.
Yakni, pukul 05.00-08.00 WIB di sepanjang Kawasan Jakabaring-Jembatan Ampera dan jam 05.30-09.00 WIB sepanjang Jalan Sudirman hingga titik putaran Cinde. Berdasarkan agenda, penyelenggaraan CFD masih menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat. Lalu, apa evaluasi dan kapan CFD Palembang diresmikan?
1. Dewa sebut semua keputusan pemkot akan ada pro-kontra

Menurut Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, ketika uji coba CFD tahap ketiga, ia mendapati sejumlah respons dari masyarakat. Beberapa warga menerima CFD dengan gembira dan sebagian lain masih tidak setuju dengan kehadiran kegiatan yang direncanakan rutin itu.
"Semua kebijakan, keputusan pasti ada pro kontra, tinggal bagaimana kita menyikapinya," ujar Dewa, Senin (11/5/2026).
2. CFD Palembang disebut bentuk perhatian pemkot ciptakan ruang publik sehat

Dari sisi positif lanjutnya, Dewa menegaskan bahwa CFD bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan warga. CFD kata dia merupakan kepedulian pemerintah dalam menciptakan ruang publik sehat, aman, dan menyenangkan.
“Ini upaya kita menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. Jika sebelumnya hanya setahun sekali, ke depan kita rencanakan setiap minggu," jelas dia.
3. Kunci CFD bisa tertib adalah konsistensi personel di lapangan

Dewa menyampaikan, poin penting mematangkan rencana CFD yang akan digelar rutin tiap minggu terletak pada sinergi lintas OPD. Meliputi kerja sama Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian dalam mengatur pengalihan dan rekayasa arus lalu lintas.
"Termasuk keterlibatan Satpol PP menjaga ketertiban dalam agenda CFD agar berjalan tertib," katanya.
4. Klaim CFD Palembang bisa jadi ruang publik paling ramai di Tanah Air

Ia pun meminta maaf, apabila dalam uji coba dan persiapan CFD mengalami beberapa kekurangan. Termasuk banyaknya keluhan soal dampak penutupan sementara Jembatan Ampera.
“Kami mohon dukungan seluruh warga agar Jembatan Ampera benar-benar menjadi destinasi wisata baru yang membanggakan,” kata dia.
Ke depan, lanjut Dewa, peresmian reguler CFD segera direalisasikan dengan catatan persiapan maksimal. Jika jadi agenda mingguan, kata dia, CFD Palembang tak mustahil bisa jadi ruang publik yang dikenal paling ramai di Tanah Air.


















