Palembang Masih Nihil Kasus Hantavirus, Bagaimana Pencegahannya?

- Palembang masih belum mencatat kasus hantavirus, menurut Dinas Kesehatan setempat yang terus memantau situasi dan mengedukasi masyarakat tentang penyakit ini.
- Hantavirus ditularkan melalui urine, feses, dan air liur tikus atau celurut; manusia bisa tertular jika menghirup debu terkontaminasi cairan tubuh hewan pengerat tersebut.
- Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah, menutup akses masuk tikus, menyimpan makanan rapat, serta menyemprot disinfektan sebelum membersihkan kotoran tikus.
Palembang, IDN Times - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan kasus hantavirus yang ramai dibahas publik belum ditemukan di Palembang.
"Palembang masih nihil, masih nol kasus hantavirus," ujarnya, Senin (11/5/2026).
1. Dinkes Palembang edukasi masyarakat soal penularan hantavirus

Meski belum ada laporan dari otoritas kesehatan terkait penyebaran hantavirus di Palembang, Yudhi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai penyakit dan menjaga kondisi kesehatan dengan baik.
"Kita tetap mengedukasi warga soal apa hantavirus. Karena kasus ini sudah ada laporan internasional terkait klaster kasus pada kapal pesiar MV Hondius, baru-baru ini," jelas dia.
2. Manusia bisa terkena hantavirus bila terkontaminasi cairan dari hewan pengerat

Berdasarkan mekanisme penyebaran, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan oleh tikus dan celurut melalui urine, feses, dan air liur. Manusia kata Yudhi, dapat tertular apabila menghirup debu yang telah terkontaminasi.
"Seseorang bisa terkena (positif hantavirus) jika dia terkontaminasi dengan cairan tubuh hewan pengerat tikus yang dimaksud," kata dia.
Secara medis, ada dua jenis manifestasi klinis yang perlu diwaspadai, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang menyerang pernapasan dengan gejala sesak napas akut.
Serta, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal dengan gejala demam dan mata kuning.
3. Jaga lingkungan agar tidak ada akses masuk tikus

Yudhi menyampaikan, untuk mencegah adanya penyebaran kasus di lingkungan sekitar, sebaiknya masyarakat mempelajari dan mengetahui cara mengantisipasi penularan hantavirus. Hal penting yang perlu dilakukan adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama dalam menjaga sanitasi hunian.
Lebih lanjut katanya, warga diimbau untuk menutup semua akses masuk tikus ke dalam rumah dan memastikan bahan pangan tersimpan di wadah yang rapat.
"Kami meminta warga segera menyemprotkan cairan disinfektan jika menemukan kotoran tikus sebelum membersihkannya. Langkah ini penting agar virus tidak terbang ke udara dan terhirup oleh manusia," jelas dia.


















