Sosok MS, Staf Bawaslu OKUS Dibunuh, Dikenal Aktif Tangani Sengketa

- Seorang staf Bawaslu OKU Selatan berinisial MS ditemukan tewas, dikenal aktif dan berdedikasi tinggi selama tujuh tahun mengabdi di bagian penanganan sengketa.
- Pihak Bawaslu melaporkan ke polisi karena beberapa barang milik korban seperti laptop dan dua ponsel hilang, diduga terkait tindak pencurian dengan kekerasan.
- Jenazah MS dibawa ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk autopsi sebelum diterbangkan ke Pekanbaru sesuai permintaan keluarga.
Palembang, IDN Times - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) OKU Selatan tengah berduka usai staf Bawaslu berinisial MS (38) ditemukan tewas. Korban diketahui berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah hampir tujuh tahun mengabdi di lembaga tersebut pada Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
"Korban selama bekerja dikenal aktif, karena memang di bagian sengketa ritme kerjanya lebih cepat," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi, Rabu (25/3/2026).
1. Korban 7 tahun mengabdi di daerah

Menurut Naafi, sosok MS dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam pekerjaannya, terutama dalam menangani persoalan sengketa yang membutuhkan respons cepat.
Kepergian korban pun menjadi kehilangan besar bagi lingkungan Bawaslu. MS dinilai telah memberikan kontribusi penting selama bertugas, khususnya saat ditempatkan di daerah.
“Kita harapkan segera diungkap (polisi). Kami sangat kehilangan staf kami. Yang bersangkutan juga sudah mengabdi di Bawaslu cukup lama dan ditempatkan di daerah, dan kontribusinya sudah sangat besar," jelasnya.
2. Korban kehilangan barang berharga

Naafi menjelaskan, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Bawaslu RI. Bawaslu OKU Selatan juga telah membuat laporan kepada kepolisian terkait adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut.
Sebab, beberapa barang milik korban dilaporkan hilang saat kejadian, di antaranya satu unit laptop dan dua unit telepon genggam.
"Ada satu laptop dan dua unit hp milik korban yang hilang. Kalau lihat dari kondisinya, memang korban curas (Pencurian dan kekerasan)," bebernya.
3. Korban akan dibawa ke Pekanbaru

Saat ini, jenazah MS akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang untuk dilakukan autopsi. Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan ke rumah orang tuanya di Pekanbaru.
"Pihak keluarga meminta autopsi, sehingga akan dibawa dulu ke Palembang," ungkapnya.

















