Selamat, Kernet Bus ALS Jadi Saksi Kunci Kecelakaan Maut di Muratara

- Kernet bus ALS bernama M Fadli menjadi saksi kunci kecelakaan maut di Muratara dan berhasil selamat meski bus terbakar hebat.
- Polisi masih memeriksa Fadli serta memanggil pihak manajemen Bus ALS dan pemilik truk tangki BBM untuk pendalaman penyelidikan.
- Kecelakaan terjadi saat bus ALS diduga pindah jalur dan menabrak truk tangki BBM, menyebabkan kedua kendaraan terbakar dan menewaskan beberapa orang.
Palembang, IDN Times - Kernet bus Antar Lintas Sumatera (ALS) rute Semarang-Medan, M Fadli (30), menjadi saksi kunci dalam kecelakaan maut yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Fadli berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut dan hanya mengalami luka lecet, sementara sejumlah penumpang lainnya terjebak dalam bus yang terbakar.
"Saat ini saksi kunci satu orang (kernet) yang selamat. Beberapa warga sekitar yang melihat kejadian juga kami ambil keterangan," ungkap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumatra Selatan kompol I Putu Suryawan, Sabtu (8/5/2026).
1. Polisi akan sampaikan hasil pemeriksaan saksi kunci

Putu menjelaskan, bahwa hasil pemeriksaan terhadap saksi kunci sejauh ini belum dapat dibeberkan lebih lanjut karena masih dalam proses. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Untuk saat ini masih dalam pemeriksaan untuk pendalaman bagaimana secara rinci dan detail di TKP, perkembangan akan segera kami update," jelasnya.
2. Polisi juga memanggil pihak ALS dan truk

Putu menyebut, saat ini pihak manajemen Bus ALS telah menjalani pemeriksaan dalam rangka pendalaman penyelidikan. Polisi akan menelusuri detail keberangkatan hingga kondisi bus sebelum beroperasi.
"Pihak ALS sudah dipanggil tinggal menunggu hasil pemeriksaan, termasuk pemilik truk tangki BBM," jelasnya.
3. Bus ALS diduga pindah jalur sebelum kecelakaan

Diberitakan sebelumnya, polisi menjelaskan kronologi kecelakaan tragis tersebut. Bermula ketika bus ALS yang membawa belasan orang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju ke Jambi.
"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki bahan bakar minyak atau BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil tangki Seleraya bernama Yanto dan penumpangnya, Martini meninggal dunia terbakar di dalam kendaraan tersebut. Sementara para korban dari bus ALS hingga kini masih dalam proses identifikasi.
"Pengemudi bus ALS meninggal dunia, untuk penumpang bus masih kami data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari data base penumpang," ujarnya.
Benturan keras akhirnya memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi. Untuk 3 kendaraan ya g terbakar belum diketahui nomor platnya karena dalam kondisi hangus di TKP.














